Antisipasi Corona, Pemkab Banyumas Pantau Empat Titik Pintu Masuk
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PURWOKERTO – Mulai hari ini, Pemkab Banyumas menempatkan petugas pada empat titik pintu masuk ke Banyumas. Seluruh kendaraan yang masuk ke wilayah Banyumas akan diperiksa, mulai dari skrining hingga dilakukan pendataan dari mana dan tujuan ke mana.
Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan, selain memeriksa suhu tubuh, pihaknya juga menyediakan tenda untuk ruang isolasi sementara, jika ditemukan ada pengendara yang mendekati tanda-tanda COVID-19, seperti suhu tubuh tinggi, demam dan sejenisnya.
“Kita lakukan pemeriksaan terhadap orang yang mau masuk ke Banyumas, jika terdeteksi, maka diturunkan dan masuk ke ruang isolasi sementara, kemudian dipulangkan dengan ambulance yang kita sediakan,” jelas Bupati, Kamis (19/3/2020).
Lebih lanjut Bupati mengatakan, posko skrining yang dibuka pada empat titik ini, sebatas untuk mendeteksi kondisi kesehatan orang-orang yang mau masuk ke wilayah Banyumas dan tidak ada larangan untuk masuk ke Banyumas.
“Ini hanya langkah antisipasi yang kita terapkan dan Banyumas tidak menutup pintu masuk untuk orang dari luar kota, semua tetap boleh datang atau melintas, hanya kita lakukan pemeriksaan saja dan ditanya riwayat perjalanannya,” terang Bupati.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Banyumas, Sriyono, mengatakan, empat titik yang dibuka posko pemeriksaan yaitu di Sokaraja, perbatasan Banyumas dengan Kabupaten Purbalingga, kemudian di Tambak, perbatasan Banyumas dengan Kebumen, di Pekuncen dan Lumbir.
Pemeriksaan di perbatasan tersebut dilakukan selama 24 jam, selama dua minggu ke depan. Untuk satu kali shift, ditempatkan 16 petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, TNI dan Polri.
“Per shift bertugas selama 8 jam dengan 16 personel, sehingga pemeriksaan berjalan dengan cepat dan tidak sampai menyebabkan kemacetan ataupun antrean panjang, karena untuk lokasi parkir juga sudah disiapkan, kita memilih tempat yang luas,” jelasnya.
Sementara itu, dalam pantauan ke empat titik perbatasan, selain memantau kesiapan tenda dan ruang isolasi, bupati juga sempat naik ke bus untuk berdialog langsung dengan para penumpang. Ia menanyakan riwayat perjalanan serta kondisi kesehatan para penumpang.
“Ini juga upaya untuk menjaring informasi sehingga masyarakat yang harus masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) bisa terdeteksi dan cepat diamankan,” tuturnya.