Meskipun tak Ditemukan Gejala Corona, Observasi Tetap Dilakukan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Memasuki hari keempat, pemeriksaan terhadap 238 WNI yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, China menyatakan tidak adanya gejala panas maupun gejala batuk pilek yang berkaitan dengan Novel Corona Virus (nCoV).
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, menyatakan ada 295 orang yang menjalankan proses observasi.
“Sejauh ini terpantau pada ring 1 wilayah observasi di Natuna, tercatat 295 orang. 238 yang merupakan WNI yang kita evakuasi dari China, 18 tim Batik Air, 24 tim penjemput dan tim dari Kemenlu. Serta ada satu WNA yang merupakan warga US karena keluar dari wilayah isolasi Wuhan,” kata Anung saat melakukan video conference dari Area Observasi di Natuna, Rabu (5/2/2020).

Ia menambahkan bahwa ada empat orang yang berkunjung dan saat dilakukan pemeriksaan diagnosa menunjukkan gejala, gatal, cemas dan gangguan pencernaan.
“Pemeriksaan yang sudah dilakukan menunjukkan tidak adanya kenaikan suhu tubuh maupun batuk pilek yang berkaitan dengan nCoV,” ujarnya.
Anung juga menyebutkan bahwa selain tim kesehatan yang sudah berada dalam area observasi, akan didatangkan pula ahli kesehatan jiwa.
“Saat ini didatangkan tujuh orang Psikolog ke ring 1 Natuna, untuk melakukan peninjauan kesehatan jiwa dari semua orang yang ada di lokasi observasi,” ucapnya lagi.
Tapi, walaupun tidak menunjukkan gejala terpapar nCoV, Anung menegaskan bahwa semua orang akan tetap berada dalam area observasi hingga melewati masa inkubasi.
“Protokol kesehatannya seperti itu, karena berasal dari wilayah terpapar virus. Sehingga akan tetap berada dalam wilayah observasi hingga melewati satu kali masa inkubasi, yaitu 14 hari,” tandasnya.
Dalam kesempatan sebelumnya, Kemenkes sudah menyampaikan bahwa semua kebutuhan dasar dan perawatan kesehatan yang dibutuhkan bagi orang yang berada dalam area observasi Natuna sudah dipersiapkan dan akan ditanggung oleh negara.