Mahasiswa dan Kampus Harus Ubah ‘Mindset’ Pendidikan
Editor: Makmun Hidayat
PURWOKERTO — Program Merdeka Belajar, Kampus Merdeka yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan menuntut perguruan tinggi beserta para mahasiswanya mengubah mindset tentang pola pendidikan. Dimana dalam program tersebut, mahasiswa mempunyai hak untuk mengambil mata kuliah di luar prodi yang dipelajarinya.
“Jadi dalam satu semester, mahasiswa berhak untuk menempuh pendidikan di luar prodi yang sedang dijalaninya, asalkan masih di kampus yang sama. Dan kampus harus memenuhi hak mahasiswa tersebut,” kata Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof Dr H Baedhowi usai pelantikan direktur pascasarjana, dekan dan ketua lembaga UMP masa jabatan 2020 -2024, Sabtu (1/2/2020) di Aula AK Anshori UMP.
Baedhowi menjelaskan, dalam pola pendidikan sekarang ini, magang kerja yang dilakukan mahasiswa pada semester akhir, menjadi point tinggi dalam pendidikan. Mereka memiliki nilai plus, dibanding dengan mahasiswa yang hanya menghabiskan waktu belajar di kampus, sekalipun IPK-nya bagus.
Hal ini harus dipahami oleh mahasiswa maupun para dosen dan dekan. Mengingat arah kebijakan pendidikan berubah. Dimana kampus ataupun mahasiswa harus memiliki critical thingking, kreatifitas, komunikasi, kolaborasi, komitmen tinggi dan kompeten.
“Kalau menurut saya, ditambah lagi, yaitu cepat dan berani.,” kata Baedhowi.
Sehingga, lanjutnya, dalam pengelolaan kampus, harus mempunyai target, terutama dalam hal pendirian program studi baru. Baedhowi mengapresiasi UMP yang mengalami perkembangan sangat pesat dalam 12 tahun terakhir. Mulai dari peningkatan akreditasi prodi, peningkatan jumlah mahasiswa dan lainnya.
“Pesan saya, buatkan prodi yang dibutuhkan masyarakat, sehingga peminatnya akan banyak. selain itu juga para dekan baru yang dilantik ini, mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan jumlah magister dan tantangan ke depan untuk UMP adalah membuat program S3,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UMP, Dr Anjar Nugroho usai melantik para dekan mengatakan, sejak tahun 2008, UMP mengalami perkembangan yang sangat pesat dan sekarang tidak ada lag lagi prodi yang terakreditasi C. Jumlah prodi juga mengalami peningkatan, dari 32 sekarang sudah mencapai 45. Begitu pula dengan jumlah mahasiswanya, jika dulu hanya kisaran 1.500 – 2.500, sekarang sudah mencapai 3.500 lebih mahasiswa.
“Saya berharap para dekan, direktur program pascasarja serta ketua lembaga, ke depan bekerja lebih keras lagi untuk kemajuan UMP. Tantangan sekarang adalah situasi yang destruktif, dimana perubahan kebijakan pendidikan sangat cepat, sehingga dibutuhkan pemahaman yang komprehensif,” terang Rektor.
Dalam pelantikan tersebut, ada 10 dekan yang dilantik, yaitu Drs. Eko Suroso, M.Pd. sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Drs. Makhful, M.Ag. sebagai Dekan Fakultas Agama Islam (FAI), Dr. Naelati Tubastuvi, S.E., M.Si. sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Ir. Teguh Marhendi, S.T., M.T., ASEAN.Eng., IPM. sebagai Dekan Fakultas Teknik dan Sains (FTS), dan Sulistyani Budiningsih, S.P., M.P. sebagai Dekan Fakultas Pertanian (Faperta).
Kemudian Dr. Nur’aeni, S.Psi., M.Si. sebagai Dekan Fakultas Psikologi, Didik Setiawan, Ph.D., Apt. Sebagai Dekan Fakultas Farmasi, Soediro, S.H., LL.M. sebagai Dekan Hukum, Ambar Pujiyatno, S.S., M.Hum. sebagai Dekan Sastra, dan Dr. Ns. Umi Solikhah, S.Kep., S.Pd., M.Kep. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan.
Selanjutnya, Dr. Furqanul Aziez, M.Pd dilantik sebagai Direktur Program Pascasarjana, Dr Suwarno, M.Si sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayrakat (LPPM), Dr. Asep Daud Kosasih, P.Pd., M.Ag sebagai Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), Watemin, M.P sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Aktivitas Instrusional (LPMPAI), dan Dr Pri Iswati Utami, M.Si., Apt sebagai Ketua Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPIP).