Lomba Kebersihan Pacu Semangat Masyarakat Kangae Cinta Lingkungan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari setiap tahunnya, kecamatan Kangae yang merupakan salah satu dari 21 kecamatan di kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT,) membuat terobosan dengan lomba kebersihan lingkungan.

Lomba kebersihan ini dilaksanakan antar Rukun Tetangga (RT) di 9 desa yang ada di kecamatan, panitia telah berkeliling ke setiap wilayah dan menetapkan 3 RT terbaik yang menyandang gelar RT terbersih.

“Lomba kebersihan yang digelar hanya sebagai sarana agar masyarakat di tingkat RT sebagai kelompok masyarakat terkecil bisa mencintai kebersihan,” kata Wenefrida Efodia Susilowati, direktur Bank Sampah Flores, Minggu (23/2/2020).

Wenefrida Efodia Susilowati, direktur Bank Sampah Flores sekaligus juri dalam lomba kebersihan antar RT di kecamatan Kangae, kabupaten Sikka, provinsi NTT saat ditemui, Minggu (23/2/2020). Foto: Ebed de Rosary

Lomba kebersihan yang baru pertama diadakan di kabupaten Sikka atas inisiatif Susi sapaannya, bersama camat Kangae kata dia juga dilaksanakan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Keduanya kata Susi berkomitmen menjadikan kecamatan Kangae sebagai contoh sebuah wilayah yang bersih dan bebas sampah terutama sampah plastik. Sebab wilayah ini pun dipenuhi hotel, penginapan serta kafe.

“Pengolahan sampah di kecamatan Kangae ada 4 M yakni Manajemen, Man (orang), Mesin dan Money (uang). Di kabupaten Sikka sudah ada Perda Nomor 16 tahun 2016 tentang Pengolahan Sampah dan sedang dibuat Peraturan Bupati (Perbup),” terangnya.

Ada lima kriteria lomba, sebut Susi, pertama, membersihkan lingkungan dari semua jenis sampah baik sampah organik maupun non organik serta kedua, pengadaan lubang untuk sampah organik yang berfungsi untuk menyuburkan tanah harus tersedia.

Sampah organik berupa daun dan sisa makanan kata dia, dimasukan ke dalam lubang dan kalau sudah penuh baru ditutup. Akan menjadi pupuk sebab bukan hanya manusia yang butuh makan tetapi bumi juga perlu diberi makan.

Kriteria ketiga, paparnya, penyediaan tempat-tempat sampah di masing-masing RT serta keempat, partisipasi di tingkat masyarakat dimana saat dicek banyak masyarakat yang membersihkan sampah.

“Kemarin saat dicek, banyak masyarakat terlibat dalam membersihkan sampah, anak muda maupun orang tua. Ketua RT juga sangat berperan dalam mendorong warganya membersihkan lingkungan dan harus menjadi contoh,” ungkapnya.

Kriteria terakhir terang Susi, pemilahan sampah berdasarkan jenisnya harus berjalan sehingga dari semua kriteria juri memutuskan juara satu RT 08 RW 03 desa Habi yang gotnya bersih dan semua pohonnya diberi tempat sampah dari karung.

Juara dua lanjutnya, diberikan kepada RT 13 dan RT 14 desa Blatatatin yang mana kepala desanya pro aktif bekerja bakti dan menyediakan tempat sampah, bisa menjadi inspirasi bagi kepala desa lainnya.

“Juara ketiga berasal dari RT 07 desa Watuliwung karena menyediakan tempat sampah dari daun kelapa yang dianyam. Jadi tidak ada alasan tidak ada tempat sampah karena bisa dibuat dari anyaman daun kelapa,” ujarnya.

Camat Kangae Akualinus, S. Sos, menyebutkan, kecamatan Kangae merupakan sebuah kecamatan pariwisata karena terdapat hotel dan penginapan serta kafe di pesisir pantai sehingga kebersihan menjadi hal mutlak yang harus diperhatikan.

Selain itu kata dia, dengan adanya kebersihan di wilayah ini maka warganya bisa terhindar dari berbagai penyakit termasuk demam berdarah yang saat ini sedang marak di kabupaten Sikka.

“Kita sudah bersepakat dengan 9 desa dimana kita mengusulkan anggaran untuk pengadaan mobil sampah dalam Musrembang. Kita berharap usulan ini diterima sehingga kita bisa mengolah sampah sendiri,” terangnya.

Lihat juga...