Lomba Desa di Lamsel Untungkan Pelaku Usaha Kecil

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kegiatan lomba desa tingkat Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) untungkan sejumlah pelaku usaha kecil. Yulita, salah satu anggota PKK dari Kelompok Kerja (Pokja) Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) menyebut sejumlah pelaku usaha kecil menengah di pedesaan bisa memasarkan produk. 

Produk usaha kecil pedesaan yang dipasarkan menurut Yulita berasal dari hasil produksi anggota PKK. Produk kuliner hasil usaha kecil yang dipasarkan mendominasi saat kegiatan bazaar. Jenis produk yang dipasarkan meliputi olahan keripik pisang, semprong, jipang. Sejumlah produk tersebut hasil usaha rumahan Wijaya. Sebagian produk kuliner lain meliputi dodol, kerak nasi, nasi tiwul hingga minuman cendol.

Sejumlah pemilik usaha kecil sektor agro penanam sayuran organik juga dilibatkan. Bazaar UKM pada lomba desa tingkat kabupaten dimana Desa Pasuruan mewakili kecamatan Penengahan digunakan pelaku usaha kecil menjual produk yang dibuat. Antusiasme masyarakat membeli produk usaha kecil warga sekaligus menjadi promosi. Sebab difasilitasinya UKM pedesaan akan meningkatkan penjualan.

“Sejumlah pelaku usaha kecil selama ini secara swadaya memasarkan produknya, saat bazaar pada gelaran lomba desa tingkat kabupaten bisa dimanfaatkan untuk memasarkan berbagai jenis produk,” terang Yulita saat ditemui Cendana News pada kegiatan lomba desa di Desa Pasuruan, Selasa (25/2/2020).

Selain produk olahan kuliner, Yulita menyebut berbagai jenis produk kerajinan juga dijual. Berbagai jenis tas  menurutnya berasal dari plastik daur ulang. Sebab sampah dari pasar tradisional Pasuruan yang tidak dimanfaatkan diolah menjadi tas. Tas plastik hasil olahan daur ulang menurutnya bisa memiliki nilai jual. Kreativitas yang dibuat oleh anggota PKK menurutnya bisa memiliki nilai jual.

Sumini, salah satu anggota PKK Pokja UP2K menjual sayur organik saat kegiatan lomba desa Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (25/2/2020). -Foto: Henk Widi

Sumini, salah satu anggota PKK menyebut hasil pertanian warga dijual dalam bazaar lomba desa. Pemilik usaha agro yang menanam sayuran adas, sawi, bayam, kangkung, kemangi, keningkir, kelor dijual dalam kondisi segar. Produk hasil pertanian yang merupakan tanaman warga di desa tersebut menurutnya sebagian merupakan tanaman organik.

“Pemilik usaha sayuran bisa menjual hasil pertanian yang dijual saat bazar lomba desa,” bebernya.

Sejumlah sayuran organik yang telah diolah bahkan tersaji dalam produk kuliner. Produk kuliner tradisional yang dijual pada kegiatan bazar lomba desa tersebut meliputi pecel, karedok, nasi tiwul. Sejumlah pelaku usaha yang berjualan olahan kuliner bisa mendapatkan omzet ratusan ribu selama kegiatan.

Sumali, Kepala Desa Pasuruan menyebut sejumlah usaha kecil di desanya telah difasilitasi. Sebab produk UKM yang dihasilkan oleh warga akan semakin dikenal dengan kegiatan promosi. Promosi yang dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha menggunakan penjualan langsung. Sebagian pelaku usaha menggunakan tekhnik penjualan dengan media sosial.

“Desa terus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha agar produk bisa dipasarkan,” terang Sumali.

Sumali menyebut dengan adanya kegiatan bazar dalam lomba mendukung usaha kecil di desanya. Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang memanfaatkan dana desa (DD) akan dimaksimalkan untuk memfasilitasi sejumlah usaha kecil di Desa Pasuruan. Melalui kegiatan lomba desa yang digelar pada sebanyak 17 desa yang di Lamsel diharapkan bisa ikut mendorong UKM pedesaan.

Lihat juga...