Kue Lumpur Labu Kuning, Makanan Lokal asal Kangae
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Kelompok Dasa Wisma Naga Lalang yang berada di RT 12 RW 01 desa Habi, kecamatan Kangae, kabupaten Sikka, merupakan salah satu kelompok perempuan yang terampil dan selalu berkreasi menciptakan makanan lokal.
Kelompok yang beranggotakan 10 perempuan ini pun aktif menenun kain tenun ikat untuk dipergunakan sendiri serta dijual untuk menambah penghasilan keluarga di sela-sela waktu luangnya mengurus rumah tangga.
“Kami membuat kue dari bahan labu kuning karena labu ini banyak tumbuh di kebun. Selama ini buahnya yang muda dan daunnya hanya dimanfaatkan untuk sayur saja,” ungkap Elisabet Nona Erlis, anggota kelompok Dasa Wisma Naga Lalang, desa Habi, kecamatan Kangae, kabupaten Sikka, provinsi NTT, Minggu (23/2/2020).

Erlis sapaannya menyebutkan, untuk membuat kue lumpur labu kuning bahan baku utamanya berupa labu kuning yang benar-benar sudah matang dan kulitnya keras sehingga rasanya lebih lezat.
Labu kuning dipotong lalu dikukus di dandang baik menggunakan kulit atau dikupas kulitnya hingga matang dan jangan sampai hancur baru diangkat dan didinginkan.
“Siapkan tepung terigu secukupnya disesuaikan dengan banyaknya labu kuning yang dipakai. Selain itu siapkan juga gula pasir secukupnya serta santan kelapa asli, jangan menggunakan santan pabrikan biar rasanya lebih enak,” ungkapnya.
Haluskan labu yang telah dikukus tersebut menggunakan sendok makan, jelas Erlis, terus masukkan ke dalam wadah dan aduk labu kuning tersebut dengan tepung terigu, santan kelapa serta tambahkan gula pasir secukupnya.
Setelah adonan merata, ucapnya, masukkan ke dalam cetakan lalu dipanggang di dalam oven hingga matang lalu diangkat dan siap dikemas ke dalam mika plastik untuk dijual kepada konsumen.
“Kami biasa menjual 2 potong seharga Rp.10 ribu dimana di bagian atas kuenya bisa ditaburi dengan cokelat atau keju parut. Banyak juga yang suka membelinya karena merupakan kue berbahan lokal,” tuturnya.
Kelompok Dasa Wismanya pun tambah Erlis, menerima pesanan pembuatan kue lumpur labu kuning selain menjualnya saat ada acara di desa maupun kecamatan atau di kota Maumere.
Maria Nona Selfi, ketua kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, kecamatan Kangae, kabupaten Sikka, provinsi NTT, menyebutkan, di wilayahnya sudah terbentuk 158 kelompok Dasa Wisma yang ada di semua Rukun Tetangga di 9 desa di kecamatan Kangae.
Selfie menjelaskan, banyak kelompok Dasa Wisma yang sudah lama terbentuk dan selain membuat makanan lokal untuk dijual, ada juga yang membuat kain tenun dan aneka kerajinan tangan lainnya.
“Bila pemerintah kabupaten ingin memberikan bantuan kepada kelompok, maka sebaiknya berikan kepada Dasa Wisma saja, karena mereka sudah membuat aneka produk yang bernilai jual,” ujarnya.