Gerakan Zumba Bisa Atasi Stres
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Merebaknya Zumba beberapa tahun belakangan ini, memiliki manfaat bagi kesehatan, dan membawa berita baik bagi kaum difabel.
Zumba Education Spesialis (ZES) asal Colombia, David Velez, menyatakan bahwa karakteristik Zumba yang mengutamakan pada ‘fun’ dan kenyamanan, membuat Zumba bisa cepat berkembang di Indonesia.
“Zumba ini tidak terlalu mengikuti pakem. Maksudnya, para peserta Zumba hanya perlu menyesuaikan gerakan sesuai kemampuan diri. Sehingga aspek menumbuhkan rasa senang akan tercapai,” kata David, saat ditemui pada acara Goifex 2020 di The Pallas Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Zumba memiliki banyak kelas yang disusun berdasarkan kebutuhan para pesertanya.
“Sebagai contoh, Zumba Gold, yang disediakan bagi peserta yang memiliki karakteristik khusus. Misalnya, para difabel, ibu hamil maupun para lansia,” ujarnya.
Ia menceritakan, bahwa dirinya pernah menangani peserta Zumba yang tuna netra dan pengguna kursi roda.
“Gerakan yang kita gunakan disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan para tunanetra, saya memberikan contoh gerakan dengan sentuhan. Dan, dengan musik pengiring yang pas, inti dari Zumba yaitu ‘fun’ bisa dirasakan oleh peserta,” ucapnya.
Keunggulan lain dari Zumba adalah tidak mengandalkan komando melalui suara.
“Para instruktur Zumba lebih mengandalkan isyarat tangan. Sehingga lebih membantu para peserta untuk berfokus pada kegiatan Zumba tersebut,” ungkapnya.
Zumba Education Spesialis (ZES), Sulis Sugianto, memaparkan gerakan ritmis Zumba membantu para peserta untuk mendapatkan stamina endurance dan latihan kardio.
“Dengan melakukan Zumba selama 30 menit, para peserta selain mendapatkan pembakaran lemak dan body shaping, juga bisa mendapatkan efek kardio,” ujar ZES asli Indonesia ini.
Tentunya, ia menambahkan, sebelum melakukan kelas, para instruktur Zumba sudah dididik untuk mengidentifikasi kondisi peserta dan menentukan ‘move’ yang tepat bagi peserta tersebut.
“Zumba ini macam-macam. Ada yang basisnya dance. Ini yang paling umum. Ada juga yang berbasis workout, seperti Zumba Strong, yang bertujuan untuk meningkatkan massa otot dan kekuatan. Ada Zumba Gold untuk yang memiliki spesifikasi khusus. Bahkan, kita juga memiliki Zumba Kids khusus untuk peserta anak-anak,” urainya.
Untuk Zumba Kids, Sulis menyebutkan ada pembagian menjadi dua batasan umur.
“Ada yang untuk umur 4-6 tahun, ada yang untuk 7-12 tahun. Semua basisnya adalah permainan. Karena memang ada beberapa ‘move’ di Zumba Fitness yang tidak cocok untuk konsumsi anak-anak. Tapi, memang peminatnya masih kurang untuk Zumba Kids,” urainya.
Yang paling penting, menurutnya Zumba ini membantu mengatasi rasa kurang percaya diri dan stres pada peserta.
“Karena sifat Zumba ini fun, banyak para peserta yang rata-rata adalah pekerja, bisa mendapatkan suasana lain. Ditambah tidak adanya ketentuan gerakan yang baku, dinyatakan mampu mengurangi tingkat stres mereka,” pungkasnya.