Cuaca Buruk, Pelaku Usaha Ikan Kering di Padang Galau

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Cuaca yang masih tergolong buruk masih melanda perairan di Sumatera Barat, membuat para nelayan kecil memilih untuk tidak melaut, demi menghindari kecelakaan di laut. Dampaknya juga turut dirasakan bagi pelaku usaha ikan kering yang ada di Kota Padang.

Di Padang, jenis ikan yang banyak dijadikan ikan kering mulai dari maco hingga ikan pinang-pinang. Jenis ikan itu, banyak ditangkap oleh nelayan kecil yang menggunakan jaring. Cuaca yang tergolong buruk, hasil tangkapan ikan itu pun jadi berkurang.

Saiful, pelaku usaha ikan kering di Padang, mengatakan, saat ini hasil tangkapan nelayan menurun, akibatnya ikan yang hendak saya jadikan ikan kering pun jadi kendala. Jika pun ada mendapatkan ikan, harganya pun lebih tinggi dibandingkan pada hari biasanya.

“Biasanya saya bisa menjamur ikan dari pagi itu sebanyak dua baskom. Beberapa hari ini paling banyak cuma satu baskom, memang hasil tangkapan nelayan lagi berkurang pula,” katanya, Selasa (11/2/2020).

Ia menjelaskan, mengingat sulitnya mendapatkan ikan untuk dijemur hingga kering, harga ikan kering pun mengalami kenaikan, dari biasa Rp60 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp75 ribu per kilogram.

Di Padang, ikan kering cukup banyak diminati oleh masyarakat, terutama di saat lagi berlangsung bulan purnama.

“Kami nelayan bilang hari lagi terang, maksudnya itu lagi ada bulan, jadi nelayan pun urung melaut. Ditambah lagi cuaca lagi kurang bersahabat, dampaknya juga kami rasakan bagi usaha ikan kering ini,” ujarnya.

Dikatakannya, biasanya memasuki bulan Ramadan, hampir rata-rata pelaku usaha ikan kering ini melakukan stok, mengingat di bulan Ramadan, penjualan ikan kering terbilang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan, banyak masyarakat yang suka memasak ikan asin di waktu momen puasa Ramadan.

Saiful memperkirakan, kondisi yang dialami kini akan berlangsung hingga akhir bulan Februari, karena dari imbauan pemerintah cuaca ekstrem melanda Sumatera Barat hingga Februari 2020. Ia berharap, hasil tangkapan bisa meningkat, sehingga usaha ikan kering bisa berjalan normal.

“Di sini banyak yang buka usaha ikan kering, karena dekat dari muara. Untuk jadi usaha ikan kering, nilai jual yang tinggi,  tidak terlalu rumit untuk membuat ikan kering,” ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk menjalankan usaha ikan kering cukup dengan memiliki tempat jemuran di tepi pantai. Ikan hasil tangkapan nelayan bisa langsung dibersihkan, ditaburi sedikit garam ke dalam air untuk membasuh ikan tersebut.

“Saya hampir tiap hari menjemur ikan, jika cuaca panas, maka dalam dua hari ikannya sudah benar-benar kering, tapi apabila cauca sering mendung dan apalagi hujan, ya harus bersabar ikannya harus lama untuk kering,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang tengah membeli ikan kering di Pasar Raya Padang, Nirna, mengaku telah terjadi peningkatan harga ikan kering. Mulai dari ikan kering teri hingga ikan kering berukuran besar.

“Saya memang tidak begitu sering memasak ikan kering ini, tapi setidaknya satu kali dalam seminggu memasak ikan kering untuk digoreng dicampur dengan terong hijau yang kecil-kecil. Keluarga saya suka,” katanya.

Ia khawatir jika harga ikan kering saja telah mengalami kenaikan, bakal diikuti oleh ikan segar, akibat pengaruh cuaca. Apalagi mengingat Ramadan, terkadang jenuh untuk memasak ayam dan ikan segar, sehingga ikan kering menjadi alternatif yang bagus untuk dimasak.

Lihat juga...