15 Desa di Sikka Dapat Tambahan Dana dari Pusat
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Mengalirnya dana desa di atas Rp1 miliar bagi 147 desa di kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut.
Besarnya dana desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat itu, dalam penggunaan dan pertanggungjawabannya harus sesuai dengan aturan yang ditetapkan, dan desa yang dinilai terbaik oleh pemerintah pusat mendapatkan reward.
“Untuk kabupaten Sikka pada 2019 ada 15 desa yang menjadi desa terbaik berdasarkan penilaian dari pemerintah pusat,” kata Fitrinita Kristiani, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sikka, Kamis (6/2/2020).
Fitri mengatakan, kriteria penilaian di antaranya pengelolaan keuangan desa terbaik, serapan dana desa, pencairan dan sebagainya, di mana pemerintah pusat yang melakukan penilaian melalui kementerian keuangan.
Desa yang masuk kategori desa terbaik tersebut, mendapatkan reward atau penghargaan berupa tambahan dana desa sebesar Rp144 juta untuk setiap desa, di mana jumlah ini tergolong besar.
“Harapan kami, pengelolaan dana desa dapat dilakukan dengan transparan, akuntabel, disiplin dan berdasarkan aspirasi masyarakat. Hal ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang bisa didanai oleh pemerintah desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menurunkan angka kemiskinan,” pintanya.
Fitri berharap, adanya bonus tambahan dana ini bisa memotivasi desa-desa lainnya di kabupaten Sikka, agar bisa lebih baik ke depannya.
Untuk menurunkan jumlah desa tertinggal, tambahnya, orientasi pembangunan di desa harus diubah. Tidak hanya mengejar target pembangunan fisik semata, tetapi harus juga pengembangan ekonomi.
“Dana untuk pemberdayaan masyarakat porsinya setiap desa berbeda-beda, namun terus kita dorong harus ditingkatkan setiap tahunnya. Juga dana untuk pemenuhan aspek kebutuhan sosial masyarakat di desa tersebut,” tuturnya.
Desa yang mendapatkan bonus atau reward dari pemerintah pusat, kata Fitri, sesuai peringkat, yakni juara pertama desa Iligai, kecamatan Lela, disusul juara dua desa Takaplager dari kecamatan Nita, ke tiga Munerana, asal Hewokloang serta Magepanda di kecamatan Magepanda, dan desa Baomekot di kecamatan Hewokloang.
Juara ke enam ditempati desa Hewokloang, kecamatan Hewokloang, ke tujuh Lepolima, kecamatan Alok Timur, peringkat ke delapan Kloangpopot dari Doreng, disusul Seu Sina asal Kewapante dan desa Bloro dari kecamatan Nita.
“Desa Nelle Wutung dari kecamatan Nelle menempati peringkat ke dua belas, disusul desa Nirangkliung di kecamatan Nita, Reruwairere asal Palue serta Bola dari kecamatan Bola dan desa Semparong kecamatan Alok,” paparnya.
Kepala Desa Koja Doi, kecamatan Alok Timur, Hanawi, mengapresiasi peningkatan pengelolaan keuangan desa-desa di kabupaten Sikka, terutama desa-desa yang berada di wilayah kepulauan yang berhasil meraih peringkat tersebut.
Menurut Hanawi, sebagai desa wisata, Koja Doi terus berjuang memperbaiki berbagai kekurangan dalam pengelolaan dana desa, sehingga bisa menjadi desa dengan pengelolaan keuangan terbaik.
“Tentunya kita ingin agar desa Koja Doi juga menjadi desa yang terbaik dalam pengelolaan dana desa, khususnya untuk pemberdayaan masyarakat. Sektor pariwisata yang kami kembangkan diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.