PAUD Proficio Mof di Sikka Butuh Bantuan Fasilitas

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Keberadaan sebuah sekolah untuk mendidik generasi penerus bangsa harusnya menjadi perhatian pemerintah dan mendapat support atau bantuan dari pemerintah untuk bisa berkembang.

Salah satu sekolah yang sudah hampir dua tahun berdiri yakni PAUD Proficio Mof di Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok, kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) fasilitasnya masih sangat minim.

“Operasional sekolah ini kebanyakan dari uang pribadi kami sendiri. Ini sebuah bentuk kepedulian kami terhadap pendidikan generasi masa depan,” kata Drs. Lukas Laga Lewo, Ketua Pembina Yayasan Proficio Mof pendiri PAUD Proficio Mof, Maumere, Kamis (23/1/2020).

Lukas menyebutkan, karena menggunakan biaya pribadi dan belum mendapatkan bantuan pemerintah maka satu ruang kelas, pintu dan jendela belum dipasang karena masih kekurangan dana.

Para murid PAUD Proficio Mof yang berada di Kelurahan Kota Uneng kota Maumere, Sikka, sedang belajar di bangunan sederhana, Kamis (23/1/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dinding bangunan juga belum dicat dan baru diatap seng sementara proses belajar mengajar juga belum menggunakan meja dan kursi dan para murid masih duduk di lantai semen.

“Kita memulai dengan apa yang kita miliki dan kalau ada tempat baru maka nanti kami akan pindahkan ke tempat yang lebih bagus. Saat ini masih menggunakan halaman rumah kami,” ujarnya.

Lukas yakin pendidikan  akan terus berkembang dan tidak pernah mati sehingga mungkin suatu saat sekolah yang didirikan akan menjadi besar dan bisa membuka jenjang SD hingga SMA.

Yang terpenting  katanya, sekolah ini bisa memberikan pelayanan pendidikan anak-anak di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka yang membutuhkan sebuah sekolah.

“Awalnya untuk mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Sikka memang agak susah karena kami berpikir mengurus izin dahulu baru membangun sekolah. Tetapi dinas meminta bangun dahulu dan nanti setelah 6 bulan baru akan dilihat perkembangannya,” terangnya.

Dinas PKO, kata Lukas beralasan, biasanya PAUD hanya bertahan 2 sampai 3 bulan setelah itu tutup sehingga pihaknya langsung mendirikan sekolah hingga bisa berjalan selama 2 tahun dan telah mendapat rekomendasi dari Dinas PKO Sikka.

Dwi Engeline Esther Santoso, SPsi, MPsi Kepala Sekolah PAUD Profisio Mof saat ditemui Kamis (23/1/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dwi Engeline Esther Santoso, SPsi, MPsi, Kepala Sekolah PAUD Profisio Mof, mengatakan, PAUD yang didirikan tersebut juga melayani anak-anak berkebutuhan khusus selain anak normal sehingga dinamakan PAUD inklusi.

Jumlah murid saat ini, terang Esther, kelas A sebanyak 18 murid sementara kelas B ada 8 orang dimana terdapat 4 orang guru dimana guru-guru tersebut berasal dari lingkungan sekitar sekolah.

“Kami merupakan PAUD inklusi pertama di Kabupaten Sikka yang menerima  anak-anak berkebutuhan khusus tetapi yang memiliki kategori masih mampu dididik dan belajar bersama anak-anak normal lainnya,” terangnya.

Esther berharap pemerintah bisa memberikan bantuan dana untuk memperbaiki bangunan sekolah tersebut dan menambah satu ruangan kelas lagi agar semakin banyak anak yang bisa dididik di sini.

“Kami berharap ada donatur yang membantu alat-alat permainan luar dan lainnya. Kami tetap berkomitmen mengembangkan sekolah ini meskipun harus merogoh kocek pribadi,” sebut Esther.

Lihat juga...