Lahan Kosong Perusahaan Dimanfaatkan untuk Budidaya Serai

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Memanfaatkan lahan kosong milik perusahaan, di wilayah Pedurenan Mustikasari, Kota Bekasi, Jawa Barat, kakek Tenge (75), membudidayakan aneka tanaman dapur untuk menambah penghasilannya.

Dari beberapa jenis tanaman yang di budidayanya adalah tanaman serai atau sereh. Kakek Tenge mengaku tanaman tersebut untuk tambahan penghasilan dirinya dan keluarga. Jika memasuki usia panen maka ada pembeli yang datang mengambil.

“Biasanya serai dibeli dengan harga Rp5000/kg, lumayan. Serai selain untuk keperluan bumbu dapur juga sebagai obat kesehatan seperti mandi anak bayi, atau lainnya,” ujar kakek Tenge ditemui Cendana News ditengah aktivitasnya membersihkan perkebunan, Senin (13/1/2020).

Menurutnya dari menanam semua jenis tanaman dapur harga tanaman serai paling mahal dan harganya pun stabil. Begitu perawatannya paling mudah, bisa tumbuh pada musim panas dan hujan.

Selain serai, kakek Tenge juga menanam aneka jenis tanaman lainnya di lahan milik perusahaan tersebut yang dikelolanya sejak lima tahun terakhir tersebut juga ditanam aneka jenis tanaman lainnya seperti labu, kangkung dan kacang panjang.

“Jenis tanaman lain baru mulai tanam setelah memasuki musim hujan. Untuk serai sudahbjmur tiga bulanan. Panen serai kapan saja ga pakai waktu dikira mencukupi bongkahannya sudah besar bisa langsung dipanen dan dijual,” papar Tenge.

Untuk hasil panen serai biasanya langsung diambil untuk dijual di wilayah Pasar Bantargebang atau Pasar Induk. Meski kelihatan sedikit, lanjutnya, saat panen lumayan banyak juga dan memberi penghasilan lebih.

Kakek Tenge, mengaku bercocok tanam untuk mengisi kekosongan. Di usianya sudah sepuh jika tidak bergerak badan, ujarnya, rasanya sakit semua.

“Saya terkadang sampai malam masih macul di lahan. Dan perkebunan aneka tanaman ini saya kelola sendiri bersama isteri kadang bantu membersihkan, areal ini,” ungkapnya.

Sistem tanam tumpangsari menjadi pilihan, karena panennya tidak berbarengan. Untuk panen bulanan dia mengisi beberapa luas lahannya untuk menanam kangkung karena 25 hari sudah mulai panen.

“Menanam begini sebenarnya cukup mudah dan tenaganya tidak banyak. Beda dengan sawah,  dulu saat muda saya juga mengelola sawah disekitar sini. Tapi sekarang lahan sawah terus berkurang semua sudah milik perusahaan di Bekasi ini,” tukasnya.

Pantauan di lapangan banyak lahan kosong di wilayah Mustikasari mulai ditanami berbagai jenis tanaman oleh warga setempat. Petani juga mulai menggarap areal persawahan setelah hujan entitas tinggi mengguyur wilayah setempat.

Lihat juga...