Cegah Banjir, Warga Waigete di Sikka Bersihkan Parit

Editor: Makmun Hidayat

 MAUMERE — Warga Dusun Likot Desa Hoder Kecamatan Waigete, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) bergotong royong membersihkan parit di sepanjang jalan negara yang tertimbun pasir dan tanah.

Hal ini dilakukan tanpa harus menunggu pihak lain dari mana-mana turun membantu, warga berinisiatif melakukan kerja bakti terlebih dahulu guna meminimalisir banjir.

“Ini kan wilayah kita, jadi kalau memang terjadi apa-apa kan kita turun tangan kita bisa tangannya sendiri,” kata Apanus, Kepala Dusun Likot, Kamis (2/1/2020).

Kepala Dusun II Likot Desa Hoder, Waigete, Sikka, Nusa Tenggara Timur saat ditemui Kamis (2/1/2020).Foto : Ebed de Rosary

Dikatakan Apanus, pihaknya mengerahkan masyarakat dari Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) agar semua turun untuk membersihkan lingkungan termasuk di saluran air.

Hal ini dilakukan sebutnya supaya menjaga apabila terjadi hujan minimal bisa diminimalisir dampak terjadinya banjir dan membuat perumahan warga dan fasilitas umum tergenang banjir.

“Ada 16 rumah yang tergenang banjir akibat terendam banjir dan mengalami dampak langsung. Ada dua RT yang terkena dampak banjir,” terangnya.

Apanus mengkatakan, kalau hujan deras maka air dari gunung akan mengalir melewati kebun dan kali mati sehingga menggenangi sekolah dan beberapa fasiltas umum termasuk menggenangi jalan raya.

“Kedepannya kita bisa kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat agar bisa bersama-sama bergotong royong membersihkan saluran air serta membangun fasilitas untuk mencegah banjir,” harapnya.

Apanus menambahkan saluran air di samping jalan negara banyak yang dipenuhi tanah dan pasir sehingga saat hujan air kesulitan mengalir melewati saluran dan menggenangi jalan negara.

Camat Waigete, Even Edomeko, saat ditemui sedang melihat lokasi banjir mengatakan, pihaknya sudah mengimbau kepada kepala desa serta ketua RW dan RT untuk mengajak warga melakukan kerja bakti sebelum musim hujan.

Menurut Even kemungkinan curah hujan akan tinggi di bulan Januari hingga Februari 2020 ini sehingga ditakutkan terjadinya banjir apalagi Desa Hoder kompleks permukiman berada di dekat pantai.

“Air dari gunung mengalir deras saat musim hujan sehingga membuat pemukiman warga pasti terendam banjir. Apalagi di perbukitan pepohonan tidak ada dan tidak ada embung untuk menampung air,” tuturnya.

Lihat juga...