174 Wisatawan Cina di Sumbar Kembali ke Daerah Asal
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Novrial, mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan pihak biro travel untuk memperpendek waktu kunjungan ratusan wisatawan asal Kunming, Provinsi Yunnan, Cina, yang melakukan kunjungan wisata ke sejumlah daerah di Sumatera Barat, sejak Minggu (26/1/2020) kemarin.
Ia menyatakan, sampai sore ini ratusan wisatawan Cina itu tengah melakukan perjalanan dari Kabupaten Tanah Datar menuju Kota Padang. Mereka semua membatalkan sejumlah rencana kunjungan wisata seperti di Mandeh Pesisir Selatan, Bukittinggi, dan Tanah Datar.
“Mereka semua akan menginap di sebuah hotel di Padang menjelang pihak biro travel mendapatkan carteran maskapai penerbangan,” katanya, Senin (27/1/2020).
Novrial mengatakan, posisi Pemprov Sumatera Barat saat ini hanya bisa berharap kepada biro travel agar segera melakukan pemulangan 174 wisatawan Cina ke daerah asal. Hal ini didasari atas keresahan masyarakat di Sumatera Barat atas wabah virus corona yang menyerang Cina.
Menurutnya, kekhawatiran masyarakat tentang penyebaran virus corona yang mungkin bisa dibawa oleh wisatawan Cina itu merupakan hal yang wajar, mengingat Cina kini dilanda kondisi terburuk akibat virus corona.
Bahkan dari wisatawan Cina itu pun terlihat kurang nyaman saat melakukan perjalanan wisata di Sumatera Barat, karena mereka merasa masyarakat akan takut bertemu dengan mereka.
“Sejauh ini laporan dari biro travel seluruh wisatawan asal Cina itu masih sehat. Karena biro travel ini memiliki alat manual untuk memantau setiap saat kondisi kesehatan para wisatawan Cina itu,” ujarnya.
Dikatakannya, untuk melakukan penanganan dalam kondisi itu, Pemprov Sumatera Barat tidak bisa melakukan tindakan mengisolasi seluruh wisatawan Cina itu ke sebuah tempat, jelang mendapatkan carteran maskapai penerbangan menuju Kunming.
Sebab, tidak ada aturan dari kepariwisataan untuk mengisolasi wisatawan, kecuali mereka benar-benar positif terpapar virus corona.
Kini, pihak biro travel tengah mengupayakan mencarikan maskapai penerbangan yang bisa disewa untuk membawa 174 wisatawan itu menuju Cina. Diperkirakan bakal memakan waktu yang lama untuk mencari maskapai penerbangan yang benar-benar kosong, untuk mengangkut seluruh wisatawan tersebut.
“Saya tidak dapat menjanjikan apakah besok mereka pulang ke Cina, karena perlu dicari dulu maskapai penerbangan yang kosong untuk disewa. Tapi Pemprov Sumatera Barat berharap biro travel untuk segera mendapatkan maskapai penerbangannya,” tegasnya.
Novrial juga menyatakan persoalan adanya penyambutan dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayito Minggu kemarin di Bandara Internasional Minangkabau, merupakan permintaan dari pihak biro travel, mengingat hal itu adalah kunjungan wisatawan Cina perdana terbesar datang ke Sumatera Barat.
“Saya berharap tidak ada yang berpandangan ke saya kalau saya adalah orang yang mendukung kedatangan wisatawan Cina ini. Saya juga masyarakat, dan saya juga khawatir dengan virus corona itu, sebab saya juga menyalami mereka kemarin di BIM,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Humas Setdaprov Sumatera Barat, Jasman, mengatakan, sehubungan dengan protes masyarakat terkait kedatangan wisatawan Cina dimaksud, hal tersebut bukanlah program pemerintah pusat atau malah pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Jadwal dan agenda turis selama di Sumatera Barat diatur sepenuhnya oleh pihak travel,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan Gubernur menerima tamu saat kedatangan, adalah saat berkebetulan saja. Dimana pada saat yang sama karena pesawat pembawa wisatawan dari Cina delay, bersamaan kedatangannya dengan landing Gubernur Sumatera Barat dari Jakarta.
“Melihat adanya rombongan datang, secara naluriah Gubernur mendatangi mereka dan langsung didaulat untuk memberikan sambutan. Dalam artian, Gubernur tidak ada jadwal melakukan penyambutan secara resmi,” ujarnya.
Dikatakannya, secara umum, Pemprov Sumatera Barat mengucapkan terima kasih atas respons masyarakat dari berbagai kalangan yang sangat peduli menanggapi fenomena yang ada.
Untuk itu, Pemprov Sumatera Barat telah bicara dengan pihak agen travel untuk menyikapi fenomena di tengah-tengah masyarakat.