Pembunuhan Warga Georgia, Jerman Usir Dua Warga Rusia

Ilustrasi pembunuhan [CDN]

BERLIN – Pemerintah Jerman telah mengusir dua karyawan kedutaan Rusia, sebagai protes atas apa yang dikatakan sebagai kurangnya kerja sama Moskow dalam penyelidikan pembunuhan seorang pria Georgia di Berlin.

Dalam kasus pembunuhan tersebut, jaksa penuntut mencurigai keterlibatan Rusia atau Chechnya. Rusia, yang menyangkal keterlibatannya, merespons dengan cepat, dengan mengatakan pihaknya akan membalas tindakan Jerman yang disebutnya tidak ramah tersebut. Keputusan Berlin tersebut, menandai meningkatnya ketegangan yang sudah meningkat antara Rusia dengan Jerman.

Termasuk dengan negara-negara Barat lainnya, menyusul peristiwa peracunan seorang mata-mata Rusia, Sergei Skripal, dan putrinya di wilayah Inggris yang terjadi tahun lalu. “Dengan langkah ini, pemerintah Jerman bereaksi terhadap (fakta bahwa), otoritas Rusia belum bekerja sama secara memadai dalam penyelidikan seputar pembunuhan Tornike K. di sebuah taman di Berlin,” kata kementerian luar negeri Jerman pada Rabu (4/12/2019).

Korban, juga dikenal sebagai Zelimkhan Khangoshvili, ditembak dua kali di kepala di sebuah taman di Berlin pada Agustus lalu. Korban ditembak saat sedang menuju ke sebuah masjid. Dia sebelumnya bertempur bersama separatis anti-Moskow di wilayah otonom Rusia Chechnya.

Jaksa penuntut mengatakan, ada petunjuk yang cukup untuk mengindikasikan bahwa pembunuhan itu diperintahkan baik oleh negara Rusia atau oleh otoritas Chechnya. Kementerian luar negeri Rusia menanggapi dengan marah. “Kami melihat pernyataan dari pihak Jerman tentang pengusiran dua karyawan Kedutaan Besar Rusia di Berlin sebagai tidak berdasar dan tidak ramah. Kami akan dipaksa untuk mengambil serangkaian tindakan timbal balik,” kata kantor berita Rusia mengutip kementerian tersebut.

Kremlin sebelumnya membantah keterlibatan pemerintah Rusia dalam pembunuhan itu. (Ant)

Lihat juga...