Gubernur Pastikan Kesiapan Penas-KTNA XVI di Padang Pariaman

Editor: Koko Triarko

PADANG – Kementerian Pertanian RI menunjuk Kota Padang, Sumatra Barat, sebagai tuan rumah Pekan Nasional Kelompok Tani Nelayan Andalan (Penas-KTNA) XVI yang diselenggarakan pada Juni 2020 mendatang. Namun karena adanya kendala, lokasi kegiatan akan dilakukan di dua tempat, yakni Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman.

Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, menjelaskan, dari rapat yang digelar oleh Pemprov Sumatra Barat, Kota Padang dan Pemkab Padangpariaman, Penas-KTNA diselenggarakan di dua daerah tersebut.

Alasannya, di Kabupaten Padangpariaman cocok untuk melakukan kegiatan acara seperti bercocok tanam dan berhubungan dengan pertanian. Sementara Kota Padang akan menjadi daerah kegiatan yang menyediakan hotel tempat penginapan peserta, dan untuk menyelenggarakan kegiatan seminar.

“Saya sudah pantau persiapan di Kabupaten Padangpariaman di Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai, ternyata Pemkab telah mempersiapkan dengan baik,” katanya, ketika meninjau ke Padangpariaman, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, sebagai tuan rumah Pemerintah Provinsi Sumatra Barat terus melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan acara berskala nasional, yang rencananya akan dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada 20 Juni 2020.

Dalam kunjungan ini, Gubernur memastikan persiapan lahan seluas 30 hektare dan seluruh kebutuhan panitia untuk kegiatan Penas KTNA benar-benar teratasi dengan baik.

“Kita telah mempersiapkan ini secara matang, agar seluruh rangkaian acara berjalan sempurna. Sejak diputuskan oleh pusat pada 2 Desember 2019, Pemkab Padangpariaman telah mulai bekerja menyiapkan lahan. Kini, lahan tidak ada masalah dan semuanya telah berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

Gubernur optimis Penas Tani di Kabupaten Padangpariaman akan berlangsung baik, karena di saat peninjauan mendadak, terlihat beberapa alat berat telah bekerja untuk membuat urugan untuk lahan tanam, serta pemerataan jalan pintu masuk.

Ia juga optimis event Penas-KTNA ke-XVI ini bisa sukses. Pasalnya, tempat penyelenggaraannya dekat dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

“Lokasi di Kasang Kecamatan Batang Anai, selain dekat bandara, struktur tanahnya juga rata dan tidak daerah banjir. Kita sangat siap sekali,” jelasnya.

Event besar ini diperkirakan akan dihadiri lebih dari 60 ribu peserta, mewakili 34 provinsi dan 500 Kabupaten dan kota se-Indonesia, juga dari mancanegara. Berbagai persiapan terus dipantau Pemerintah Sumatra Barat mulai dari parkir VIP, pameran indoor dan outdoor, gelar teknologi area basah lahan tanam serta gedung pelaksanaan serta kesiapan panitia penyelenggara.

“Dalam kegiatan ini, Pemkab Padangpariaman berharap bisa saling koordinasi dengan Pemprov Sumatra Barat. Jangan ada yang belum diselesaikan. Ini pekerjaan berat, kesuksesan ini menyangkut nama baik Sumbar dan Padang Pariaman,” ungkap Irwan.

Irwan Prayitno menegaskan, agar seluruh area persiapan Penas Tani XVI dapat dipercepat, terkait dengan site plan lokasi acara yang berada di Kasang harus segera selesai, karena pelaksanaan tinggal enam bulan lagi.

“Semua persiapan terus kita kebut. Semoga tidak ada halangan yang melintang. Masyarakat sekitarnya sudah mendukung pembangunan ini. Semua ini dapat diraih, jika semua bekerja maksimal dalam koordinasi yang baik,” tuturnya.

Ia berharap, acara Penas Tani ke XVI 2020 di Sumatera Barat menjadi memontum bagi Sumbar untuk memperlihatkan hasil produksi yang membanggakan, sehingga menjadi inspirasi bagi perkembangan pembangunan pertanian di Indonesia.

Sementara batalnya Kota Padang sebagai lokasi pembukaan Penas-KTNA XVI 2020, Irwan menjelaskan, bahwa urusan penempatan dan pemindahan lokasi pembukaan Penas KTNA adalah dari pusat. Pemerintah pusat punya tim sendiri yang mengevaluasi kesiapan teknis di lapangan.

Pemerintah pusat sudah menilai dan juga memutuskan sesuai surat Panitia Penyelenggara Penas-KTNA XVI 2020 tertanggal 2 Desember 2019, yang menyatakan lokasi pembukaan dipindahkan ke Kabupaten Padangpariaman.

“Gubernur merupakan perpanjangan tangan dari pusat, tentunya kita harus menyikapinya dengan bijak mengikuti keputusan panitia pusat yang telah melakukan evaluasi,” sebutnya.

Namun, Irwan Prayitno memastikan Kota Padang masih tetap menjadi bagian dari lokasi pelaksanaan Penas-KTNA. Seperti tempat pertemuan, penginapan peserta, dan penyelenggaraan kegiatan lainnya. Dan, Padangpariaman dijadikan tempat digelarnya kegiatan lapangan dan pembukaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatra Barat, Candra, menjelaskan, bahwa secara teknis semuanya telah disiapkan dengan baik sesuai yang diharapkan.

“Selain itu, kami sudah sosialisasi ke masyarakat di kecamatan dan kelurahan menyangkut kegiatan Penas Tani, termasuk tempat penginapan sementara bagi peserta dan tamu undangan,” jelas Candra.

Lebih lanjut ia menerangkan, untuk site plan lokasi Penas Tani XVI 2020 hampir rampung, seperti acara pembukaan – penutupan, 2.1 Ha Parkir VIP 0,5, Pameran Indoor 2,76, Pameran Alsintan 1,6, gelar teknologi Area Basah I 3,91, gelar teknologi Area Basah II 1,6, gelar teknologi Swasta 3,63, gelar teknologi dan ekspo peternakan 3,91, gelar teknologi tanam buah, 2,5, teknologi dan ekspo hortikultura 2,5, gelar teknologi Palawija 2, gelar teknologi dan ekspo perikanan 0,9, Parkir II 2, Joint Sekretariat 0,26 dan kuliner 0,9 Ha.

Pada kesempatan itu, Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, menyatakan kesiapan dalam percepatan penyediaan lahan dengan melibatkan berbagai instansi, termasuk melibatkan masyarakat.

“Untuk persiapan pemondokan sudah kami siapkan sejak ditunjuknya Padang Pariaman sebagai tempat pelaksanaan Penas Tani ke XVI 2020, kami sudah bicara dengan pemilik rumah, mereka siap menyambut tamu-tamu kita,” imbuhnya.

Lihat juga...