Dinas Pariwisata Flotim Kembangkan Wisata Wai Platin
Editor: Makmun Hidayat
LARANTUKA — Setelah lama tidak terurus dan dibiarkan terlantar selama 10 tahun lebih seusai dibangun dan ditata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur (Flotim) telah mengupayakan penataan terhadap objek wisata Wai Platin atau air panas.
Dampak dari penataan yang telah dilakukan selama setahun lebih, pengunjung pun mengalami peningkatan karena semakin banyak warga kota Larantuka yang bertamasya ke tempat ini saat hari libur.
“Tempatnya sudah bagus karena ada jalan mengelilingi hutan bakau yang terbuat dari papan,” kata Emanuel Desi Allan, warga kota Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (22/12/2019).
Saat ditemui di lokasi Wai Platin, Desi menyebutkan, pengunjung pun bisa berfoto ria di atas jalan dengan latar belakang laut dan hutan bakau serta bisa menaiki menara di tengah hutan bakau.
Selain itu, kata dia, pengunjung juga bisa mandi di kolam air panas yang mengalir dari gunung berapi yang mengandung belerang sehingga bisa untuk mengobati berbagai penyakit kulit.
“Tempatnya bagus sehingga kita selain bisa mandi di laut dan berfoto di hutan bakau, setelah itu bisa mandi air panas di lokasi ini. Biaya masuknya pun murah hanya Rp5 ribu per orang,” ungkapnya.
Selain itu, tambah Desi, tempat wisata ini relatif mudah dijangkau karena jaraknya hanya sekitar 5 kilometer saja arah barat kota Larantuka dan lokasinya persis di samping jalan negara trans Flores.
Dirinya berharap dinas Pariwisata Flotim bisa bisa memperluas tempat ini dan melakukan penataan lebih baik lagi agar bisa menampung banyak pengunjung yang datang.
“Kalau bisa tempatnya diperluas lagi sebab masih ada hutan bakau di kiri kanannya.Semakin luas semakin bagus tapi harus ada petugas di pantai yang mengawasi karena ada lokasi kolam lumpur,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flotim, Apolonia Corebima mengatakan, pihaknya melakukan penataan karena lokasi tersebut sejak dahulu terkenal menjadi tempat wisata warga kota Larantuka.
Berbagai upaya penataan, kata Nia sapaannya, terus dilakukan agar lokasi ini semakin baik dan ramai dikunjungi sehingga memberikan pendapatan bagi daerah dari retribusi yang dipungut.
“Kami libatkan anak-anak muda di sekitar lokasi wisata ini untuk menjaga kebersihan dan merawatnya. Petugas karcis dan parkir juga dari anak muda di sekitarnya agar mereka bisa menjaga tempat wisata ini,” pungkasnya.