Aksi ‘Flash Mob’ Tari Tradisional Menghiasi TMII

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Flash mob tari tradisional berbalut alunan lagu ‘Gugur Gunung’ dan musik gamelan Jawa yang dilakukan oleh ibu-ibu mengiasi area Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (22/12/2019).

Aksi flash mob dengan gerak tari gemulai ibu-ibu berbusana bebas itu begitu istimewa saat disajikan di area Plaza, di hadapan pengunjung yang lalu lalang untuk wisata ke TMII, bersama keluarganya.

Gerakan flash mob tarian dilakukan begitu kompak oleh ibu-ibu sangat memukau dan menarik pengunjung TMII untuk turut menari.

Aksi anak-anak dalam kemeriahan flash mob tari tradisional di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (22/12/2019). -Foto: Sri Sugiarti

Azizah, salah satu pengunjung TMII mengaku tertarik melihat semua penarinya ibu-ibu. Sejatinya, kata dia, tarian ini menjadi tontontan biasa tapi karena dibawakan oleh ibu-ibu dengan ekpresi kegembiraan menari tradisional menjadi sangat luar biasa.

“Saya baru tahu, ini namanya flash mob tari, sangat menarik ya spontanitas mengajak pengunjung menari. Saya saja tadi ikut nari, seru ya,” kata Azizah kepada Cendana News ditemui usai mengikuti flash mob di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (22/12/2019).

TMII menggelar flash mob tari ini bersinergi dengan Sanggar Swargaloka dalam upaya pelestarian budaya bangsa.

Manager Informasi, Budaya dan Wisata TMII, Sachur YT, di temui di ruang kerjanya di TMII, Jakarta, Minggu (22/12/2019). -Foto: Sri Sugiarti

Manager Informasi, Budaya dan Wisata TMII, Sachur YT, mengatakan, tujuan flash mob ini sesuai visi misi TMII, yaitu pelestarian dan pengembangan seni budaya bangsa.

Flash mob tari ini digelar untuk memeriahkan acara Pekan Desember, Natal, dan Tahun Baru 2020. Sehingga  aksi ini setiap minggu digelar di TMII dengan tujuan untuk memberikan edukasi budaya dan mengajak pengunjung menari bersama.

Flash mob tari ini sebagai pelestarian budaya. Bulan Desember 2019 ini, kami gelar setiap minggu untuk promosi budaya dan kegiatan menjelang tahun baru 2020 di TMII,” ujar Sachur kepada Cendana News di temui di ruang kerjanya di TMII.

Sachur mengaku bangga karena antusias pengunjung sangat bagus dan mereka turut menari bersama ibu-ibu dari komunitas cinta budaya Sanggar Swargaloka.

Alhamdulillah apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisi masih cukup tinggi. Flash mob ini, tarian yang disajikan selalu beda-beda, tapi yang utama ya Gugur Gunung itu sebagai khas dari TMII,” kata Sachur.

Karena bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, aksi flash mob ini juga dimeriahkan dengan lagu tentang Ibu yang dibawakan oleh generasi milenial.

Aksi anak-anak dalam kemeriahan flash mob tari tradisional di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (22/12/2019). -Foto: Sri Sugiarti

Flash mob ini bertepatan dengan Hari Ibu, makanya menyertakan anak-anak menyanyi dan menari sebagai bentuk kasih sayang dan penghargaan untuk ibunya. TMII turut merayakan dalam sajian flash mob ini,” ungkapnya.

Sachur berharap flash mob ini dapat membangkitkan gairah pengunjung TMII, khususnya generasi milenial untuk lebih mencintai budaya bangsa. Apalagi menurutnya, flash mob ini ke depan tetap akan diadakan dengan menampilkan ragam tarian nusantara.

TMII sebagai rumah budaya terus berkomitmen untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya dengan kreasi inovasi yang dapat menarik pengunjung.

“Sesuai pesan Ibu Tien Soeharto, pendiri TMII adalah mempersatukan bangsa melalui budaya. Dengan adanya TMII adalah untuk memperkokoh mempersatukan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan menjalin keutuhan dalam toleransi  beragama. Makanya dibangun  rumah ibadah dari ragam agama di sini,” jelas Sachur.

Owner Sanggar Swargaloka, Dewi Sulastri, ditemui usai mengikuti flashmob di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (22/12/2019). -Foto: Sri Sugiarti

Owner Sanggar Swargaloka, Dewi Sulastri, mengaku senang dan bangga, dirinya bersama ibu-ibu bisa tampil menari di TMII dalam upaya turut melestarikan budaya tradisi.

“Saya berharap TMII ke depan akan lebih maju dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Dewi kepada Cendana News ditemui usai mengikuti flash mob di area Plaza Tugu Api Pancasila TMII.

Menurutnya, flash mob tari ini tidak hanya diikuti ibu-ibu pencinta budaya dari sanggarnya. Tetapi juga mengajak sanggar-sanggar tari yang lain turut menari dalam kegiatan flash mob ini. Juga diharapkan pengunjung TMII juga ikut menari bersama.

“Harapannya, flash mob ini bisa cepat tersebar luaskan karena ini untuk silaturahmi, olahraga, dan kebersamaan untuk melestarikan budaya kita,” ujarnya.

Kegiatan ini terus ditingkatkan dengan ragam tarian nusantara. Untuk hari Minggu (22/12/2019), tarian yang disajikan dalam balutan lagu Gugur Gunung dan Kebersamaan.

“Tujuannya agar generasi muda, anak-anak juga mengikuti tarian ini. Mereka mengerti dan mau belajar budaya daerahnya. Seperti lagu Gugur Gunung ini kan lagu Jawa tentang kehidupan. Ada tarian ondel-ondel juga tadi,” ujarnya.

Dengan flash mob tari ini, Dewi berharap ke depan supaya anak-anak dan masyarakat luas akan lebih mencintai budaya Indonesia. Karena menurutnya, dengan budaya, kita bisa lebih menghargai dan menghormati sesama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Lihat juga...