Peduli Lingkungan, Warga Lamsel Gencar Kumpulkan Sampah Plastik

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan melalui pengurangan sampah plastik terus meningkat di Lampung Selatan. Hal tersebut tidak terlepas dari peran serta berbagai komunitas masyarakat hingga pemerintah.

Yohanes Bambang, ketua stasi Santo Yohanes de Britto Desa Sukabakti Kecamatan Palas Lampung Selatan saat pengumpulan sampah plastik di Kalianda, Minggu (20/10/2019). Foto: Dok Henk Widi

Yohanes Bambang, ketua stasi Santo Yohanes de Britto, menyebutkan, warga tengah gencar melakukan pengumpulan dan meminimalisir penggunaan kemasan plastik. Sejalan dengan upaya pemerintah, sebagai bagian hierarki gereja Katolik ia juga menggalakkan pencarian secara mandiri dan kolektif. Berkonsep seperti bank sampah, jenis plastik bekas bernilai jual akan dibeli oleh pengepul.

“Hingga hari ini kami terus menggencarkan program pengumpulan sampah, dijual dan hasilnya menjadi setoran donasi untuk proses rehabilitasi gereja yang mulai rusak dan harus diperbaiki,” ungkap Yohanes Bambang saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (20/11/2019)

Bambang menyebut kesepakatan kolektif warga yang berjumlah puluhan kepala keluarga (KK) mulai memberi hasil. Total nilai nominal yang telah dikumpulkan dari proses penjualan mencapai Rp7juta. Jumlah tersebut belum termasuk hasil setoran warga secara mandiri dan menyetor dalam bentuk uang.

Supri, salah satu warga menyebut pengumpulan sudah menjadi hal yang lumrah. Kerap disebut sebagai pemulung, Supri dan sejumlah ibu rumah tangga memastikan telah mengumpulkan berkuintal-kuintal sampah plastik. Uang ratusan ribu yang diperoleh selanjutnya disetorkan kepada bendahara untuk direkap sebagai bagian donasi.

“Setiap ada acara hajatan pernikahan, acara pemerintah kami meminta izin panitia menjadi pembersih sampah agar bisa dijual,” tutur Supri.

Supri menyebut aksi tersebut bukan hanya menjadi sebuah gerakan sesaat. Manfaat yang berlipat untuk mendapatkan lingkungan yang bersih sekaligus mendapatkan uang. Supri yang memiliki tugas sebagai pengumpul akan berkeliling ke rumah warga untuk mengambil sampah. Selanjutnya akan dikumpulkan pada gudang penyimpanan untuk disortir sebelum dijual.

Selain oleh warga Kecamatan Palas, kesadaran menjaga kebersihan lingkungan pantai dilakukan oleh pemuda Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi. Virdaus, salah satu tokoh warga di Desa Bandar Agung menyebut kerap mengumpulkan pemuda di wilayah tersebut membersihkan sampah. Lokasi yang kerap menjadi sasaran diantaranya objek wisata Pantai Tanjung Sembilang.

Hasil penjualan digunakan sebagai uang kas. Selain memberi hasil ekonomis para pemuda diajak menjaga kebersihan lingkungan. Berbagai jenis sampah plastik yang terdampar di pantai disebut Virdaus sebagian berasal dari sungai.

Lihat juga...