Pasarkan Pariwisata Bahari, Pokdarwis Ragom Helau Gandeng Investor
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Langkah pengembangan pariwisata di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) terus dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha pariwisata.
Rahmat, ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni menyebut berbagai cara pemasaran objek wisata bahari telah dilakukan.
Ia menyebut setahun pasca tsunami 22 Desember 2018 silam, objek wisata bahari di Totoharjo terus dibenahi.
Pembenahan secara swadaya oleh anggota Pokdarwis, dukungan dari Kementerian Pariwisata ikut mendorong bangkitnya objek wisata di Totoharjo. Tiga daya tarik wisatawan berupa Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas (3A) kembali diperbaiki pasca kerusakan.
Selain langkah swadaya, Pokdarwis dan desa Totoharjo menurut Rahmat mulai menggandeng investor dalam pengembangan dan pemasaran pariwisata.
Menggandeng investor disebutnya dilakukan untuk menciptakan atraksi, amenitas dan aksesibilitas memadai. Salah satu investor lokal disebutnya telah melakukan pembenahan aksesibilitas jalan, pembuatan tempat singgah serta sarana atraksi yang disiapkan.

Atraksi yang akan disiapkan meliputi jet ski, banana boat dan atraksi lain untuk menambah daya tarik pengunjung.
“Sebagai pelaku usaha pariwisata kami Pokdarwis dan desa tetap mempertahankan rencana tata ruang dan wilayah Bakauheni yang ditetapkan sebagai kawasan terintegrasi pariwisata sejak belasan tahun silam,” ungkap Rahmat saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (24/11/2019).
Kerjasama dengan investor bidang pariwisata disebut Rahmat tidak mengganggu sektor pariwisata yang sudah ada. Sebab Pokdarwis Ragom Helau sejak empat tahun terakhir telah mengelola objek wisata pantai Belebuk, pulau Sekepol, pulau Mengkudu.
Perkembangan selanjutnya investor melakukan pengembangan di dekat pulau Mengkudu dengan sejumlah fasilitas untuk kenyamanan wisatawan.
Sejumlah fasilitas yang akan disediakan menurut Rahmat berupa sejumlah homestay, saung dan fasilitas pada objek wisata bahari. Sesuai dengan rencana awal kerjasama dengan investor dilakukan dengan adanya sharing profit dari persentase kunjungan wisatawan.
Sebab lokasi objek wisata dalam kawasan di Desa Totoharjo berkonsep sinergi antara Pokdarwis dan investor.
“Pokdarwis dan investor tetap bersinergi dan akan memberi dampak positif bagi masyarakat secara berkelanjutan,” tutur Rahmat.
Pengembangan pemasaran pariwisata menurut Rahmat akan memiliki pangsa pasar berbeda. Sebab sesuai dengan pengalaman keberadaan sejumlah wisata buatan tidak menghalangi wisatawan tetap mengunjungi objek wisata alami.
Kawasan wisata alami pantai disebutnya tidak akan kehilangan pengunjung meski di sejumlah pantai di Lamsel telah dibuat wahana buatan sebagai daya tarik.
Investor yang mendatangkan fasilitas memadai seperti kapal cepat, banana boat disebutnya tidak akan mematikan pemilik jasa ojek perahu. Sebab dengan adanya tarif berbeda wisatawan akan memilih sesuai dengan kemampuan.
Pemasaran destinasi wisata oleh Pokdarwis Ragom Helau juga menggandeng investor menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
“Persiapan untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru Pokdarwis telah menyiapkan kebersihan pantai, saung dan sejumlah area parkir memadai,” terang Rahmat.
Minimnya keberadaan homestay, hotel dan penginapan disebut Rahmat menjadi kendala Pokdarwis. Namun dengan kehadiran investor fasilitas yang penting tersebut bisa disediakan.
Sejumlah fasilitas penginapan yang disediakan investor akan semakin menjadi daya tarik wisatawan mengunjungi Desa Totoharjo. Sebab tawaran wisata bahari masih menjadi daya tarik desa di kaki Gunung Rajabasa dan menghadap Selat Sunda tersebut.
Sebagai bentuk daya tarik objek wisata bahari Pulau Mengkudu yang indah, selain wisatawan domestik kunjungan wisatawan mancanegara juga mulai melirik pulau eksotis itu.
Salah satunya wisatawan asal Swiss yang berkeliling Indonesia dengan sepeda sempat mampir ke pulau Mengkudu. Sebagai satu spot wisata di Desa Totoharjo pulau itu memiliki pasir timbul berwarna putih yang menarik dikunjungi.
Kuat Heriawan, salah satu pegiat pariwisata menyebut pengembangan pemasaran pariwisata di Lampung terus mengalami kemajuan. Sebagai influencer pariwisata di Lampung sinergi lintas sektoral harus dilakukan.

Ia memuji langkah kreatif Pokdarwis Ragom Helau dalam upaya menggaet kunjungan wisatawan. Melalui investor sejumlah kekurangan yang tidak bisa dipenuhi Pokdarwis bisa melengkapi.
“Pokdarwis yang dikelola masyarakat kerap terbentur dana namun investor bisa melengkapi demi kemajuan sektor pariwisata,” tutur Kuat Heriawan.
Ia juga menyebut dampak positif Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang tersambung dari Lampung ke Sumatera Selatan. Berada di ujung Sumatera dengan jalan bebas hambatan ikut mendorong pengembangan pemasaran pariwisata.
Terlebih Pemprov Lampung akan mengembangkan Bakauheni sebagai destinasi wisata terpadu. Sebagai pegiat pariwisata ia ikut melakukan promosi melalui media sosial.
Perkembangan sektor pariwisata tersebut menurut Kuat Heriawan harus dimbangi SDM yang unggul. Sebab terbukanya akses membuat objek wisata bahari di Lamsel banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
Pelatihan pemandu wisata (tour guide) menjadi salah satu kebutuhan tepat terutama dalam penggunaan bahasa Inggris.
Melalui pelatihan pemandu wisata akan menjadi salah satu cara pengembangan pemasaran pariwisata di Lampung. Pembekalan penggunaan media sosial untuk memasarkan objek wisata disebutnya ikut mendorong kunjungan wisatawan.
Sebagai vloger Kuat Heriawan terus ikut mempromosikan wisata yang ada di Lamsel tanpa kecuali di Desa Totoharjo yang dikenal adanya pantai Belebuk, pulau Sekepol dan pulau Mengkudu.