Jam Gadang di Bukittinggi Selalu Mempesona
Editor: Koko Triarko
BUKITTINGGI – Kota wisata Jam Gadang, di Bukittinggi, Sumatra Barat, tiada pernah sepi pengunjung. Jam bersejarah dari zaman Belanda ini, bahkan menjadi tempat favorit bagi kaum milenial untuk membuat v-log (blog video).
Salah seorang vlogger, Aisyah, mengatakan, Jam Gadang merupakan tempat yang tidak pernah membosankan untuk didatangi. Ia pun menjadikan Jam Gadang sebagai tempat vlog-nya, karena banyak sisi yang bisa dibahas.
Seperti kali ini, ada tempat yang bisa memandang dan dinikmati keindahan Bukittinggi dan daerah sekitarnya dari kawasan Jam Gadang. Tempat itu menuliskan tentang tagline pariwisata di Indonesia, ‘Pesona Indonesia’.
Aisyah, yang akrab disapa Caca, menyebutkan, kawasan Jam Gadang amat indah. Udaranya sejuk, kulinernya banyak dan enak-enak. “Jadi vlogger seperti saya ini, sangat suka berada di Jam Gadang,” katanya, Minggu (3/11/2019).
Kawasan wisata Jam Gadang merupakan jantungnya Kota Bukittinggi. Segala kebutuhan dalam berwisata, mudah ditemukan di kawasan Jam Gadang, selain kulinernya, membeli baju khas Bukittinggi juga mudah ditemukan.

Seperti dikatakan oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi.
Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya, sehingga dinamakan Jam Gadang.
Selain sebagai pusat penanda Kota Bukittinggi, Jam Gadang juga telah dijadikan sebagai objek wisata dengan diperluasnya taman di sekitar menara jam ini. Taman tersebut menjadi ruang interaksi masyarakat, baik pada hari kerja maupun pada hari libur. Acara-acara yang sifatnya umum biasanya diselenggarakan di sekitar taman dekat menara jam ini.
“Begitu juga di kesempatan Tour de Singkarak 2019 ini, sengaja kita pusatkan di Jam Gadang,” katanya.
Ia mengatakan, dalam sejarahnya Jam Gadang selesai dibangun pada 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (sekarang Kota Bukittinggi), pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
Arsitektur menara jam ini dirancang oleh Jazid Radjo Mangkuto, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker, yang pada saat itu masih berusia 6 tahun.
Hingga sekarang, Jam Gadang merupakan salah satu lokasi favorit kunjungan wisatawan lokal, maupun wisatawan asing. Bahkan, setiap wisatawan datang ke Sumatra Barat, Jam Gadang merupakan lokasi yang wajib untuk dikunjungi.
Kebearadan Jam Gadang yang mampu menunjang kunjungan wisatawan, mambuat banyak pembangunan hotel di Kota Bukittinggi. Daerah ini memang tidak terlalu besar, tapi perekonomian masyarakat terbilang bagus.