Beralih Tanam Melon Golden, Petani Madura Lebih Sejahtera

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Deretan tanaman Melon Golden mulai merambat pada rangkaian bambu yang ditanjapkan disela-sela tanaman. Harapan petani tertumpu pada tanaman dari Taman Buah Mekarsari tersebut, sebab hasil panen sudah dipastikan terjual dengan harga yang bagus dan petani tak lagi dipusingkan soal modal untuk bercocok tanam.

Seperti yang disampaikan, Suyatman (60), petani dari Dusun Karangsari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Sudah dua tahun ini ia beralih menanam Melon Golden. Awalnya, Suyatman merupakan petani pepaya, tetapi memilih untuk beralih menanam melon.

“Saya sudah lama menanam pepaya, tetapi ternyata lama-lama kondisi tanah menjadi kurang subur dan harga pepaya juga terus menurun. Penghasilan kita jadi menurun juga. Karena itu, saat ada tawaran untuk menanam Melon Golden dari Mekarsari, saya langsung ambil, apalagi dikasih modal awal,” cerita Suyatman, Kamis (28/11/2019).

Waktu menanam melon pertama, Suyatman hanya kebagian 1.700 pohon. Pada panen perdana, kebun melonnya menjadi lokasi pameran panen Melon Golden. Sehingga buah melon dibeli oleh para pengunjung di kebun dan sisanya baru dibeli oleh Taman Buah Mekarsari.

Selama proses penyemaian tanaman hingga panen, Suyatman dan petani lain di Desa Madura yang menanam Melon Golden, mendapat pendampingan dari petugas Mekarsari.

“Kurang lebih ada dua ton pada panen lalu, kebun saya yang untuk pameran, jadi banyak yang dibeli oleh pengunjung, termasuk Pak Bupati Cilacap juga datang ke kebun melon saya,” tuturnya.

Untuk penanaman kedua ini, Suyatman membuka lahan lebih luas lagi, yaitu 150 ubin. Dan ia menanam bibit melon 3.000 lebih. Sementara untuk modal penanaman, Suyatman menerima bantuan pinjaman Rp 20 juta lebih.

Modal tersebut digunakan antara lain untuk mengolah tanah, karena mengejar waktu sisa kemarau, Suyatman harus mempekerjakan sampai empat orang saat mengolah tanah. Setelah masuk masa tanam, ia tinggal mempekerjakan dua orang untuk membantunya di lahan.

“Tanaman melon ini butuh perawatan lebih intens saat masih baru tanam hingga usia satu bulan, apalagi kemarin sempat turun hujan lebat, karena tanaman masih muda, sebagian ada yang terkena hama penyakit, tanaman melon ini tidak tahan hujan dan lebih bagus ditanam saat musim kemarau,” terangnya.

Sambil menatap tanaman melon yang mulai rimbun, Suyatman mengaku sangat bersyukur bisa mendapat bantuan dan bimbingan dari Yayasan Damandiri, tepat pada saat ia tidak punya modal untuk memulai bercocok tanam. Bantuan bibit tanaman, modal untuk bercocok tanam, hingga pendampingan membuat Suyatman kembali optimis mengerjakan lahannya.

Lihat juga...