Bedah Rumah Damandiri Buat Nenek Atimah Nyaman di Hari Tua
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
CILACAP — Puluhan tahun Nenek Atimah (58) hidup penuh kecemasan, karena rumah yang ia tinggali nyaris roboh. Berlantai tanah dan berdinding bilik, membuatnya selalu merasa cemas saat turun hujan, terlebih jika disertai angin kencang. Kini semuanya sirna, setelah nenek empat cucu ini tersentuh program bedah rumah Yayasan Damandiri yang didirikan Jenderal Besar HM Soeharto.

“Sekarang rumahnya sudah nyaman, tidur jadi nyenyak dan kalau sholat juga lebih enak, lantainya bersih, sudah bukan tanah lagi,” tuturnya, Kamis (28/11/2019).
Nenek Atimah beruntung, ia merupakan salah satu warga Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap yang mendapatkan bantuan program bedah rumah. Kondisi rumahnya sekarang sudah permanen dan berlantai, bahkan dilengkapi dengan warung di bagian depan rumah.
“Sehingga tidak perlu lagi berdagang keliling,” sebutnya.
Selama ini, Nenek Atimah hidup sendirian, suaminya sudah tidak ada dan dua anaknya sudah menikah sehingga hidup terpisah. Tak mau merepot anak-cucu, Nenek Atimah memilih tetap mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sebelum mendapatkan bantuan dari Yayasan Damandiri, ia berjualan gorengan keliling kampung. Di usia tuanya, ia tetap berjalan kaki dengan menggendong barang dagangannya.
Kini semua cerita tersebut sudah terhapus, warung sudah berdiri di rumahnya yang kokoh, lengkap dengan barang dagangannya. Untuk program bedah rumah, Nenek Atimah mendapat bantuan Rp25 juta, dengan peruntukan Rp20 juta untuk pembangunan rumah, Rp2.500.000 untuk membuat warung dan Rp2.500.000 untuk modal dagangan.
Untuk menambah barang dagangan, Nenek Atimah juga sudah tiga kali mendapatkan bantuan pinjaman dari program Modal Kita Damandiri. Pinjaman pertama Rp1,5 juta, namun di tengah jalan angsurannya sempat macet, karena ia sakit dan tidak bisa berjualan.
“Saya kemarin sakit asam urat, untuk bangun dan jalan sakit sekali, sehingga sampai dua bulan tidak bisa membayar angsuran. Tetapi pihak koperasi sangat baik, saya tidak ditegur, tetapi justru ditawari pinjaman tambahan,” tuturnya.
Terakhir Nenek Atiman mendapat pinjaman Rp2 juta dan sampai saat ini angsurannya lancar. Dari daganganya di rumah, ia bisa menyisihkan uang Rp202.000 untuk angsuran setiap bulannya.
“Meskipun rumah anak dekat, tetapi saya tidak mau merepotkan anak-cucu, saya tetap akan mencari uang sendiri untuk hidup, beruntung saya mendapat bantuan dari Yayasan Damandiri yang diberikan melalui KUD Mandiri Lestari Sejahtera. Pengurus koperasi juga sering datang ke rumah untuk menengok dan menanyakan kabar saya,” kata sang nenek.