Pemindahan IKN, UMKM di Balikpapan Harus Persiapkan Daya Saing

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Dengan diputuskannya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Balikpapan harus turut mempersiapkannya.

Persiapan yang dilakukan dari memperbaiki produk dan menjaga kualitas yang dimiliki agar ke depan mampu bersaing dengan pelaku usaha lainnya yang akan membanjiri IKN pada 2024 nanti.

“UMKM harus berbenah dalam kualitas, kemasan, harga dan lainnya. Jadi nanti tidak menjadi penonton di rumah sendiri. Pelaku usaha lokal UMKM khususnya harus terlibat juga dalam persaingan,” kata Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung, saat dijumpai, Selasa (1/10/2019).

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan, Doortje Marpaung, saat ditemui Cendana News, Selasa (1/10/2019) – Foto: Ferry Cahyanti

Menurut Doortje, agar UMKM di daerah mampu bersaing maka pihak terkait melakukan pembinaan, pengawasan secara aktif baik melalui tinjauan langsung ke lokasi usaha maupun pada saat kegiatan pelatihan.

“Upaya yang kami lakukan adalah pembinaan, pemantauan, pengawasan secara intens, baik dalam tinjauan langsung ke lokasi usaha, pada saat event promosi, pelatihan atau sosialisasi,” terang mantan Kabag Humas Pemkot Balikpapan.

Adapun jumlah UMKM di Balikpapan terdapat ribuan pelaku usaha yang didominasi oleh kuliner. Jumlah UMKM kuliner sebanyak 4.575 unit dengan menyerap 9.250 tenaga kerja.

Karena itu, pelaku usaha harus mempersiapkan produk yang dihasilkan, harus mampu bersaing karena apabila tidak memperbaiki kualitas maka akan tertinggal dengan produk lainnya.

“Kalau buat produk yang gitu-gitu aja bakal ketinggalan. Makanya harus dipersiapkan baik dari produk dan SDM apalagi mulai tahun depan sudah proses pembangunan,” tambah Malik effendi, selaku Sekretaris Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Balikpapan.

Terpisah Subroto, pemilik kuliner Ayam Pedas di kawasan Beje-beje, Balikpapan Selatan, mengungkapkan sejak adanya isu pemindahan IKN restoran miliknya dipenuhi pengunjung.

“Sebelum ada isu IKN, jumlah pengunjung yang datang agak turun seiring sektor andalan batu bara turun. Tapi sejak adanya pemindahan IKN bertumbuh lagi,” katanya. Itu dibuktikan dengan jumlah ayam kampung yang menjadi bahan pokoknya diorder bertambah.

Dia mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ayam kampung yang dipesannya lebih dari 50 ekor. Sebelumnya hanya 30-35 ekor.

Menanggapi dengan akan datang pelaku kuliner lainnya terkait IKN, pihaknya merasa tak khawatir karena cita rasa yang dimiliki akan menjadi daya tarik tersendiri.

“Artinya rasa dari kuliner yang dimilikinya tetap dijaga karena kalau soal makanan tak bisa mengurangi selera pengunjung,” imbuhnya.

Lihat juga...