Oneject Bangun Pabrik Jarum Suntik di Bekasi
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Oneject Indonesia, perusahaan produsen alat kesehatan seperti jarum suntik, mengembangkan sayap dengan membangun pabrik baru di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, perusahaan tersebut akan mengembangkan investasi hingga Rp350 miliar, melalui dua tahap pembangunan.
PT Oneject Indonesia, di Cikarang dengan kapasitas produksi 900 juta buah alat suntik sekali pakai (Auto Disable Syringe) per tahun, dan 1,2 miliar per tahun akan dilengkapi dengan pengamanan atau safety needle. Selain kedua produk tersebut, juga akan memproduksi fasilitas sterilisasi untuk alat kesehatan.
“Latar belakang pengembangan pabrik oneject di wilayah Bekasi salah satunya menyambut tahun 2020 sebagai tahun yang dicanangkan WHO, untuk penggunaan alat suntik yang aman diseluruh dunia,” ungkap Jahja Tear Tjahjana, Direktur Utama PT Oneject Indonesia, Senin (7/19/2019).

Dikatakan, pihaknya bakal mengembangkan pusat produksi di atas lahan seluas 1 hektare itu selama lima tahun dengan dua tahapan.
Jahja menjelaskan, pembangunan fasilitas anyar ini menjadi ekspansi Oneject Indonesia yang sebelumnya telah memiliki pabrik pertama di Bogor, Jawa Barat.
Pembangunan pabrik ini juga dalam rangka menunjang program pemerintah, untuk memperluas penggunaan produk dalam negeri di bidang alat kesehatan.
Menurutnya, rasio penggunaan jarum suntik terhadap jumlah penduduk di Indonesia cenderung meningkat. “Jadi, alasan pengembangan pabrik ke Bekasi karena lokasi pabrik yang ada sekarang susah dikembangkan,” ujarnya.
Jahja Tear menambahkan, bahwa pabrik ke dua yang mulai dibangun tersebut akan memproduksi alat suntik model baru yang telah ditemukan oleh Mr. Marc Koska dari Inggris, yakni APIJECT, berupa alat suntik berisi awal atau prefill syringes yang terbuat dari plastik. Selama ini, syringes terbuat dari gelas.
Dia menyebut, keuntungan dari APIJECT atau plastik prefill syringes di antaranya lebih praktis penggunaannya sekaligus aman. Karena tidak lagi vial atau multidose yang selama ini digunakan. Selain itu juga berbahan plastik, sehingga jauh lebih murah harganya dibanding glass prefill syrunges.
Sementara itu, peletakan batu pertama tanda dimulainya pengembangan pabrik Oneject indonesia di wilayah Cikarang, Bekasi, dihadiri Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek.
“Saya berharap, pengembangan pabrik baru Oneject Indonesia bisa meningkatkan daya saing. Dengan begitu, produk lokal bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tegasnya.
Menurutnya, pengembangan Oneject Indonesia sejalan dengan Instruksi Presiden No. 6/2016, tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.