PEKANBARU – Nilai ekspor secara kumulatif Provinsi Riau pada Januari-Agustus 2019 mencapai 7,90 miliar dolar AS, mengalami penurunan 27,28 persen dibanding periode yang sama 2018.
“Penurunan paling besar dari ekspor nonmigas yang sebesar 7,33 miliar dolar AS, mengalami penurunan sebesar 18,12 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Misparuddin, di Pekanbaru, Jumat (4/10/2019).
Selama Januari-Agustus 2019, lanjutnya, nilai ekspor Riau juga mengalami penurunan sebesar 27,28 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 70,13 persen dan 18,12 persen.
“Penurunan ekspor migas disebabkan oleh turunnya ekspor minyak mentah sebesar 77,70 persen, dan ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 15,09 persen,” ungkapnya.
Selama Januari-Agustus 2019, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas memberikan kontribusi sebesar 98,95 persen terhadap total ekspor nonmigas.
Ia mengatakan, dari 10 golongan barang ekspor nonmigas terbesar bulan Agustus 2019 dibanding Juli 2019, penurunan antara lain terjadi pada Berbagai Produk Kimia sebesar 57,34 juta dolar AS, Lemak dan Minyak Hewan/Nabati 7,29 juta dolar AS, Ampas dan Sisa Industri Makanan 4,71 juta dolar AS, dan Serat Stapel Buatan 1,44 juta dolar AS.
“Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas tersebut mengalami penurunan sebesar 18,04 persen terhadap periode yang sama pada 2018,” jelasnya.
Ia menjelaskan, data terakhir menunjukkan nilai ekspor Riau pada Agustus 2019 mencapai 1,01 miliar dolar AS, mengalami penurunan 16,05 persen dibanding ekspor bulan Juli 2019 sebesar 1,20 miliar dolar AS.
“Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan ekspor nonmigas masing-masing sebesar 77,18 persen dan 3,97 persen,” katanya.
Ia menjelaskan, ekspor migas dari 197,96 juta dolar AS pada bulan Juli 2019 turun menjadi 45,18 juta dolar AS pada bulan Agustus 2019, dan ekspor non-migas dari 1,00 miliar dolar AS pada bulan Juli 2019 turun menjadi 962,39 juta dolar AS pada bulan Agustus 2019.
Sementara itu, barang ekspor yang mengalami kenaikan terjadi pada Bubur Kayu (Pulp) sebesar 18,92 juta dolar AS, Bahan Kimia Organik 8,41 juta dolar AS, dan Tembakau 1,36 juta dolar AS. (Ant)