Medan Sulit Menuju Air Terjun Pancuran Tujuh di Padang
Editor: Koko Triarko
PADANG – Berada di ujung timur wilayah Kota Padang, Sumatra Barat, tepatnya di Air Dingin, terdapat sebuah kawasan wisata air terjun yang eksotis, dengan alam yang masih asri dan air yang mengalir sejuk. Namanya, Air Terjun Pancuran Tujuh.
Untuk mencapai tempat wisata Pancuran Tujuh ini, bila Anda telah sampai di Bypass Padang KM 18, ada tugu bertulisan ‘Agro Wisata Lubuk Minturun’. Di sana, lanjutkan perjalanan dengan sedikit tanjakan.
Tidak bakalan menghabiskan waktu yang lama, nanti akan ada persimpangan. Di sana Anda memiliki untuk ke arah kiri di mana ada masyarakat yang menjual bunga di tepi jalan, dan jarak Anda menuju ke Air Dingin sudah dekat.
Hanya saja untuk memastikan sudah mencapai daerah Air Dingin, nantinya akan melintasi jembatan besi. Nah, di sanalah perbatasan antara daerah Lubuk Minturun dan Air Dingin.
Dari sini, posisi menuju Pancuran Tujuh tidak terlalu jauh, hanya butuh menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit dengan menggunakan sepeda motor.
Untuk mengetahui keberadaan Pancuran Tujuh ini, nanti akan ada pemuda setempat yang menunggu di tepi jalan. Mereka merupakan tukang parkir sekaligus menunjukkan jalan yang bisa ditempuh menuju Pancuran Tujuh.

Dari titik parkir kendaraan, perjalanan menuju lokasi tidak lah terlalu jauh dan tidak terlalu rumit, karena hanya perlu melalui kawasan perkebunan.
Salah seorang pengunjung, Aputra, mengatakan, sebenarnya tidak terlalu rumit untuk menemukan lokasi wisata, hanya saja perlu kehati-hatian, mengingat medan jalan yang masih tanah, sehingga sangat mudah terpeleset.
“Tadi dalam perjalanan saya menikmati betul. Udara masih segar, dan kondisi jalan yang tidak terlalu melelahkan,” katanya, Minggu (27/10/2019).
Ia mengunjungi Pancuran Tujuh, karena penasaran akan kondisi air terjun yang memiliki tingkat hingga tujuh. Konon cerita, ketujuh tingkat itu tempat pemandian para bidadari. Namun lepas dari cerita itu, sejatinya untuk mendatangi Pancuran Tujuh ingin menikmati wisata alam yang masih asri.
Singkat cerita dari perjalanan demi perjalanan dilalui kurang lebih 15 menit, akhirnya sampailah di pancuran air terjun di tingkat ke tiga. Perjalanan langsung ke tingkat tiga, karena tingkat dua dan satu berada di lokasi yang curam.
Saat sampai di tingkat tiga ini, pertama kali ditemukan ialah sebuah air terjun yang masih kecil debit airnya. Tapi, jangan salah, di bawahnya itu terdapat sebuga kolam yang cukup dalam dan cocok untuk berenang.
Mengingat airnya cukup dingin, bagi yang tidak biasa dengan air yang dingin disarankan menggunakan pakaian serta jangan langsung nyebur, tapi dirasakan dulu aliran airnya.
Bagi yang punya kamera dalam air, sangat cocok mengabadikan momen saat berenang di kawasan Pancuran Tujuh ini.
Selain menikmati air yang segar dan dingin, bagi yang suka makan-makan cobalah bawa makanan hangat. Misalnya, mie rebus siap saji.
Meski disarankan untuk membawa makanan siap saji, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah yang dibawa ke lokasi air terjun. Di tingkat tujuh, mandi sudah, sekarang cobalah untuk menuju ke tingkat selanjutnya.
Untuk menempuh perjalanan ke tingkat selanjutnya, jangan melawan arus air, tapi telusurilah melalui jalan yang ada di tebing-tebing kawasan Pancuran Tujuh.
Mungkin ada yang penasaran kondisi air terjun ke tingkat selanjutnya, karena memang makin ke atas, air terjunnya makin besar debit airnya.
Tapi ada hal pilu yang ditemui dalam perjalanan menuju air terjun ke tingkat selanjutnya, yakni banyaknya ditemui kayu-kayu hasil potongan bergelimpangan di aliran air sungai. Mungkin saja di bagian hulu sungai ini, terdapat aktivitas illegal logging.
Setelah melewati momen itu, tidak lama kemudian barulah bisa menemui tempat air terjun tingkat ke lima. Ada kejutan baru di tempat ini, sambil mandi dapat menikmati pemandangan alam yang begitu asri ke arah Barat Kota Padang.