Jadi Penyangga Ibu Kota, Ini Usulan Balikpapan pada Pemerintah Pusat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN — Kota Balikpapan akan menjadi ‘ibu kota negara’ selama pemerintah mempersiapkan pembangunan ibu kota negara di Kabupaten Penajam Paser Utara. Karena itu, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengusulkan sejumlah proyek infrastruktur sebagai pendukung.

Selain persoalan perubahan Rencana Tata Ruang (RTRW) dan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR), setidaknya ada lima usulan yang disampaikan Rizal Effendi kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Yang pertama adalah penguatan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dengan memasukkannya dalam proyek strategis nasional supaya mendapat perhatian khusus.

“Skala ITK lebih besar dibandingkan dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di Surabaya. Saat ini kami sudah membebaskan lahan seluas 140 hektare, namun masih ada 160 hektare yang belum dbebaskan,” katanya.

Dari sisi lokasi, institut pendidikan ini dekat dengan hutan lindung sekaligus ibu kota negara. “Jaraknya hanya 17 kilometer,” imbuh Rizal, Rabu (2/10/2019).

Usulan selanjutnya adalah jalan menuju jembatan Pulau Balang yang harus dipercepat sebagai penghubung Penajam Paser Utara.

“Proyek ini sebenarnya sudah lama, ada sekitar sepuluh tahun. Karena terkendala jalan penghubung. Tetapi saya dengar, pemerintah provinsi sudah mengatasi,” kata dia.

Selain jembatan umum, Balikpapan dan Penajam juga akan dihubungkan jembatan berbayar (tol) yang menghubungkan Nipah-nipah dengan Batakan.

“Mulut jembatan tol ini nantinya akan mengarah ke bandara. Panjangnya kami hitung sekitar 7,5 kilometer,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan infrastruktur bandara Sepinggan, 700 meter untuk runway sudah dilakukan sosialisasi pembebasan lahan provinsi tetapi terkendala keterbatasan lahan. Diperlukan pula pelebaran kawasan industri dari mulut jalan tol ke bandara.

Hal ini harus dilakukan sinergi provinsi supaya dapat menghidupkan kawasan industri. Apalagi pelabuhan peti kemas Kariangau saat ini belum optimal.

Tak hanya itu, pembangunan tol laut, imbuh dia juga menjadi penting karena selama ini Balikpapan banyak mendatangkan bahan pangan barang dan jasa lainnya, mayoritas 89% didatangkan dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Pihaknya juga tengah merancang realisasi monorail.

Terakhir, Rizal berharap dukungan dalam penyediaan air baku. Balikpapan masih terendala kekurangan pasokan sebanyak 600 liter per detik. Dengan kemungkinan terjadinya penambahan penduduk, maka diperlukan sumber air baku lainnya. Seperti air dari Sungai Telake di Sepaku-Semoi, atau mengolah Sungai Mahakam.

Pada hari ini, dua menteri tinjau langsung area yang menjadi area Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara. Dua menteri itu Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, didampingi Gubernur Kaltim Isran Noor.

Lihat juga...