Warga Gunung Bungkuk Lumpo Bangun Dam Air Bersih
Editor: Koko Triarko
PESISIR SELATAN – Masyarakat di Nagari Gunung Bungkuk Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisisr Selatan, Sumatra Barat, tengah berupaya membangun Dam air bersih, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat setempat.
Wali Nagari Gunung Bungkuk, Doni Iskandar, mengatakan, saat ini masyarakat tengah melaksanakan pembangunan Dam air bersih untuk dapat disuplai kepada masyarakat. Hal ini berawal dari kondisi masyarakat yang selama ini kesulitan air bersih.
Di Gunung Bungkuk, ada 330 jiwa atau sekitar 100 KK yang membutuhkan air bersih. Pembangunan Dam pun, sumber dananya berasal dari dana desa.
“Kebutuhan air bersih sudah lama dinantikan oleh masyarakat di Nagari Gunung Bungkuk Lumpo, terutama untuk kebutuhan konsumsi warga, mencuci dan kebutuhan keluarga lainnya,” katanya, Rabu (4/9/2019).
Ia menyatakan, Pemerintah Nagari/Desa terus berupaya secepat mungkin menyelesaikan pembangunnnya, sehingga masyarakat setempat bisa menikmati air bersih. Nantinya, pengelolaan akan diserahkan kepada nagari, sesuai dengan adanya kesepakatan bersama antara Bamus nagari dan tokoh masyarakat di daerah tersebut.
Salah seorang warga Gunung Bungkuk, Eri, menyampaikan, sarana air bersih sangat penting dalam bagi keberlangsungan hidup masyarakan. Karena dengan adanya air bersih, akan mampu mewujudkan kesehatan keluarga, setidaknya dapat membudayakan hidup bersih, sehat dan terhindar dari segala penyakit.
Terkait dengan sumber air bersih di Nagari Gunung Bungkuk Lumpo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan pengujian terhadap daerah aliran sungai (DAS). Hal ini juga seiring dengan upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan air yang bersih dan aman untuk dikonsumsi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pesisir Selatan, Jumsu Trisno, mengatakan, pengujian terhadap daerah aliran sungai itu, dilakukan pada aliran sungai Batang Lumpo di Kecamatan IV Jurai. Sebab, aliran sungai itu juga dijadikan masyarakat sebagai sumber air bersih dan sumber air pertanian.
“Pengujian air pada aliran sungai itu dilakukan pada semua DAS yang ada di Pesisir Selatan. Upaya ini dilakukan agar diketahui kondisi air, apakah layak untuk dijadikan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat atau tidak,” katanya.
Menurutnya, pengambilan sampel yang juga dilakukan pada aliran sungai Batang Lumpo, tepatnya di bagian hulu Nagari Limau Gadang, akan dijadikan sebagai gambaran, apakah air sungai masih aman atau tidak untuk dikonsumsi.
Sebab, hulu sungai Batang Lumpo juga dijadikan sebagai sumber air bersih oleh masyarakat melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Kegiatan yang kita lakukan ini juga merupakan tindak lanjut In House Training Sampling dan Pengujian Parameter Kunci yang dilakukan pada Juni, lalu. Jadi, dari hasil pemeriksaan lapangan, diperoleh hasil bahwa debit air 21,82 m3 per detik, suhu udara 31,6 oC, suhu air 24 oC, pH 6,66, DHL 69,66 µS per cm, dan DO lapangan 8,375.
Ia menyebutkan, dari hasil yang didapatkan itu akan kembali dilakukan pengujian di UPT Labling Dinas Lingkungan Hidup Pesisir Selatan, dengan parameter lain, seperti BOD, TSS, COD dan TDS. Jumsu Trisno berharap, pengujian tersebut akan mendapatkan hasil yang bagus sebagaimana dilakukan sebelumnya.