Pramuka, Penggerak Perubahan Sosial Masyarakat

Editor: Mahadeva

BANYUMAS – Keberadaan pramuka yang ada sampai ke tingkat terbawah, dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, memunculkan harapan bisa menjadikanya sebagai penggerak perubahan. Kiprah pramuka, selama ini sudah sangat nyata. Mulai dari bidang kesehatan, lingkungan hingga prestasi akademik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sri Puryono, mengatakan, jika seluruh kegiatan pramuka teringrasi dengan berbagai macam ketrampilan. Maka, semua permasalahan di tingkat masyarakat diyakininya dapat terselesaikan dengan mudah.

“Pramuka ini ada dimana-mana, sampai ketingkat desa. Dan mereka dibekali dengan berbagai macam ketrampilan, serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Pramuka memiliki kekuatan luar biasa, dan bisa menggerakan perubahan di masyarakat,” kata Sri Puryono, usai membuka Perkemahan Saka Bakti Husada VI Kwartir Daerah Jateng, di Lapangan Sambirata, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Senin (9/9/2019).

Menurut Sri Puryono, Pramuka di seluruh kabupaten dan kota Jawa Tengah sudah mengambil peran aktif di masyarakat. Misalnya, dalam pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD), anggota pramuka secara pro aktif dapat turun membantu gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Anggota Pramuka dapat membantu memeriksa tempat-tempat penampungan air di rumah warga. Kemudian, memberikan penyuluhan serta mengajak warga, untuk menjaga lingkungan sekitar dan masih banyak lagi lainnya. Mengenai Perkemahan Saka Bakti Husada VI, Sekda mengatakan, target dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan anggota pramuka. Kegiatan tersebut dapat membuka ruang untuk saling bertukar informasi dan pengalaman.

“Seluruh peserta, diminta untuk menonjolkan kiprah nyata yang sudah dilakukan, misalnya dalam hal pelopor lingkungan, yang sudah dilakukan pramuka, dengan mengurangi sampah plastik, dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), tindakan nyata Pramuka yaitu, sebagai pelopor kesehatan, mengajak masyarakat untuk rajin mencuci tangan dan sebagainya,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo MKes, mengatakan, musim kemarau panjang seperti sekarang ini, masalah yang muncul di tengah masyarakat adalah masalah sanitasi dan air. Kemudian masalah kesehatan, utamanya yang berhubungan erat dengan perilaku. “Pramuka merupakan pelopor kesehatan yang sangat efektif, sebab masalah kesehatan pada dasarnya adalah masalah perilaku, dan pramuka sangat efektif untuk mengubah perilaku masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan,” tuturnya.

Acara pembukaan Perkemahan Saka Bakti Husada VI Kwartir Daerah Jateng, diperlihatkan kemampuan anggota pramuka melakukan penanganan terhadap korban bencana alam. Dengan sigap, para anggota Pramuka membagi tugas dan melakukan pertolongan pertama terhadap para korban. Termasuk melakukan pendampingan terhadap korban yang mengalami depresi dan sebagainya.

Lihat juga...