Kualitas SDM, Kunci untuk Bersaing di Era Industri 4.0.
Editor: Mahadeva
MALANG – Penerapan konsep otomatisasi yang dilakukan oleh mesin di era revolusi industri 4.0, akan berdampak signifikan dalam pengurangan tenaga manusia di berbagai bidang, khususnya industri.
Oleh karenanya, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, untuk dapat bersaing di era industri 4.0. “Kualitas SDM merupakan kunci untuk bisa bersaing di era revolusi 4.0. Keberhasilan suatu negara tidak ditentukan oleh banyaknya kekayaan SDA yang dimiliki, tetapi ditentukan oleh kualitas SDM, yang mampu memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan Kementerian Agraria dan tata ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ir. R. Muhammad Adi Darmawan, dalam orasi ilmiah di hadapan ratusan wisudawan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sabtu (28/9/2019).
Menurutnya, SDM dimasa depan sangat memerlukan fungsi intelektual yang optimal. Mereka harus kreatif, dapat memecahkan masalah, berkomunikasi dengan baik secara verbal maupun non verbal. Dapat berkolaborasi dan berkoordinasi, memiliki pashion serta cepat beradaptasi dengan lingkungan.
Lebih lanjut disampaikan Adi Darmawan, untuk menyukseskan seluruh program strategis, kementerian ATR/BPN bersinergi dengan berbagai lembaga kementerian lainnya. Juga melakukan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi termasuk dengan ITN Malang, yang telah dituangkan dalam perjanjian kerja sama.
Dari kolaborasi tersebut, diharapkan kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa maupun dari praktisi, dapat memberikan masukan bagi pembangunan nasional yang memiliki jangka panjang. Riset-riset yang dilakukan, khususnya dalam bidang geospasial, mampu menjadi infrastruktur dasar dalam membangun administrasi pertanahan di Indonesia.
“Semoga kerjasama yang baru saja ditandatangani antara kami dengan ITN dapat berjalan dengan baik dan saling menguntungkan keduabelah pihak, dalam rangka peningkatan dan pengembangan kapasitas SDM untuk pelaksanaan percepatan pendaftaran pertanahan di Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Program studi teknik geodesi ITN Malang, Silvester Sari Sai, ST,MT., menyebut, ada beberapa poin penting terkait kerjasama antara ITN dan kementerian ATR/BPN, seperti pertukaran data dan informasi dari kedua belah pihak serta kerjasama penyediaan sarana dan prasarana Uji Kompetensi dan Ujian Lisensi calon Surveyor Kadaster Berlisensi (SKB).