Kaltim Gelar ‘Workshop’ Pemulihan Daerah Aliran Sungai

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Balai Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) menggelar workshop pengendalian kerusakan perairan darat, yang bertujuan menghasilkan gagasan dalam pengendalian lingkungan.

“Pemulihan bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi semua pihak, termasuk swasta atau perusahaan yang lokasi produksinya masuk dalam DAS,” kata Abu Helmi, ketika membuka workshop Pengendalian Kerusakan Perairan Darat, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, Daerah Aliran Sungai (DAS) sangat penting dilestarikan, termasuk bagaimana pemulihannya. Karena itu, diperlukan peran serta masyarakat dalam mendukung pemulihan itu.

“Dalam momentum workshop ini, bisa dimaksimalkan. Sehingga menghasilkan kesimpulan dan gagasan untuk pengendalian kerusakan perairan darat,” terangnya.

Abu berharap, kerja sama yang baik dibangun seluruh pihak dapat mengendalikan kerusakan perairan darat, terdiri sungai, danau, mata air dan air tanah bagian dari daerah aliran sungai.

Menurutnya, semua itu memiliki peran sebagai penyangga kehidupan dengan berbagai fungsi yang bermacam-macam, seperti air minum.

“Kegiatan yang mengangkat tema membudayakan semangat urun daya dalam gerakan nasional pemulihan daerah aliran sungai untuk ketahanan air nasional. Kita ketahui, ketahanan air harus kita jaga agar keberlangsungan kebutuhan air dapat terus dipenuhi,” pungkasnya.

Ada pun peserta diikuti instansi terkait di lingkup Pemprov Kaltim, LSM Lingkungan serta perusahaan.

Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi juga konsentrasi melakukan penanganan banjir yang melanda kota Samarinda, Balikpapan dan kota-kota lainya, utamanya Daerah Aliran Sungai Mahakam.

Penanganan banjir yang dilakukan tersebut telah dianggarkan provinsi melalui APBD, agar penanganan banjir yang melanda saat hujan dengan intensitas tinggi dapat dicegah.

Lihat juga...