Jatim Raih Juara Umum Kejuaraan Dunia Tapak Suci

Editor: Makmun Hidayat

BONDOWOSO — Geliat internasionalisasi pencak silat, terus menguat. Setelah sebelumnya, dipertandingkan di Asian Games 2018, kali ini Tapak Suci, berhasil menggelar kejuaraan dunia untuk pertama kalinya.

Even tersebut digelar di GOR Sritex, Solo dengan persaingan yang cukup ketat karena diikuti oleh 14 negara dengan total 547 atlet.

“Memang ambisi pencak silat melalui IPSI adalah agar olahraga ini dipertandingkan di Olimpiade, sama seperti seni beladiri asal Asia Timur misalnya. Nah kita melalui Tapak Suci berupaya untuk itu. Karena syarat sebuah cabi dipertandingkan di Olimpiade adalah dimainkan di sejumlah negara,” ujar Roni Haryanto, official yang juga pelatih kepala Tapak Suci Bondowoso kepada Cendana News, Jumat (6/9/2019).

Meski demikian, dominasi Indonesia sebagai negara asal pencak silat, memang masih kental. Dari 13 negara di luar Indonesia, hanya Mesir yang mampu meraih medali. Yakni perunggu dari kelas tanding.

Sebanyak 12 negara asing selain Mesir yang ikut dalam even tersebut yakni Aljazair, Timor Leste, Singapura, Mesir, Taiwan, Pakistan, Jerman, Uganda, Maroko, Thailand, Lebanin, Sudan, dan Pakistan.

“Tapak Suci sekarang sudah banyak diajarkan di berbagai negara, selain 14 negara tersebut. Paling besar memang di Jerman dan Timur Tengah,” lanjur Roni.

Dalam kejuaraan dunia tersebut, Jawa Timur berhasil keluar sebagai Juara umum. Pimwil TS Jatim berhasil mengoleksi 6 medali emas, 10 medali perak dan dua perunggu. Dengan torehan tersebut, Jatim mendapatkan 1.450 poin, mengukuhkan dominasinya atas daerah-daerah dan negara lain.

Raihan Jatim tersebut cukup jauh dibandingkan dengan juara umum kedua, apalagi ketiga, cukup jauh. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang merupakan daerah kelahiran perguruan pencak silat tersebut, mampu bertengger di peringkat kedua dengan torehan 1.100 poin, berupa enam medali emas, dua medali perak dan empat medali perunggu.

Sedangkan tuan rumah Jawa Tengah harus puas dengan berada di posisi juara umum ketiga dengan torehan tiga medali emas, enam medali perak dan delapan perunggu. Jateng membubuhkan 950 poin.

Adapun atlet Bondowoso atas nama M. Irfan berhasil menyumbang kontribusi kemenangan Jawa Timur sebagai juara umum melalui sebuah medali perak yang ia persembahkan dari kelas G Putra.

Total terdapat empat atlet Bondowoso yang ikut serta dalam ajang tersebut masing-masing adalah M. Irfan, Izyraq Wildan Tamami, M. Fiqkrih Yandika, dan Robi Amrulloh. Masing-masing bertanding di kelas Kelas B, 55 kg; Kelas G, 75-80 kg; Kelas bebas tanpa D timbang; dan Kelas jurus tunggal tradisi Tapak Suci.

Lihat juga...