Gubernur Sumbar Persilakan Daerah Liburkan Sekolah
Editor: Koko Triarko
PADANG – Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mempersilakan kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk mengambil kebijakan meliburkan para siswa/siswi, menyikapi kondisi kualitas udara yang makin memburuk akhir-akhir ini.
Ia menyatakan, sejauh ini ada beberapa daerah di Sumatra Barat yang telah mengambil kebijakan untuk meliburkan pelajarnya, di antaranya Kabupaten Agam, Dharmasraya, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Kota Payakumbuh, Limapuluhkota, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Solok, Solok Selatan, Kota Pariaman, Kota Solok, Padang Panjang, dan Kabupaten Pasaman.
“Untuk siswa yang libur ini dari PAUD hingga SMA. Meskipun kewenangan SMA ada di provinsi, namun untuk ini tetap kita mengikuti Bupati dan Wali Kota di daerah, otomatis kita liburkan juga,” katanya, Senin (23/9/2019).
Irwan berharap, dengan adanya kebijakan meliburkan aktivitas di sekolah, dengan tujuan dapat terhindari penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Para pelajar diminta untuk berdiam diri di dalam rumah. Agar harapan dan tujuan meliburkan sekolah bisa benar-benar tercipta.
Irwan juga mengimbau bagi masyarakat, jika melakukan aktivitas di luar ruangan, agar tetap menggunakan masker untuk melindungi diri dari paparan kabut asap yang makin tebal.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terlebih dahulu mengeluarkan kebijakan meliburkan siswa tersebut, pada 17-19 September. Kemudian libur diperpanjang hingga Sabtu (21/9), karena kondisi udara belum membaik.
Setelah Dharmasraya, dua daerah lain berbarengan mengeluarkan kebijakan meliburkan siswa pada 20-21 September ini. Selain itu, juga tujuh kabupaten dan kota lainnya. Tujuh daerah tersebut, yakni Kabupaten Solok, Tanah Datar, Solok Selatan, Agam, Kota Bukittinggi, Sawahlunto, Padang Panjang.
Keputusan meliburkan sekolah melalui Surat Edaran tersebut berdasarkan kualitas udara di masing-masing daerah makin tidak sehat. Upaya tersebut untuk mengurangi aktivitas siswa diluar rumah.
Dalam edaran itu dituliskan agar pihak sekolah menyampaikan kepada orang tua untuk tetap belajar secara mandiri dan menjaga kesehatan anak, dengan banyak minum air mineral dan buah-buahan.
Sementara itu, Kepala Stasiun GAW Bukit Kototabang, Wan Dayantolis, mengatakan, kualitas udara di sejumlah daerah di Sumatra Barat sempat mencapai level berbahaya pada pagi hari tadi. Dari grafik PM10, indikator polutan partikulat seperti debu dan partikel asap sejak siang dan malam 22 September 2019, konsisten berada di atas baku mutu atau nilai yang ditolerir.
Siang hari kemarin, mencapi 341 ug/m3 dan malam hari berkisar pada 150-250 ug/m3. Baku mutu PM10 = 150 ug/m3.
Berdasarkan citra Himawari-8, sebaran asap merata di wilayah Sumbar. Komponen angin dari timur yang mengarah dari Riau dan Jambi. Berdasarkan model analisis iklim global sebaran asap mengarah ke daerah sisi barat Sumbar, seperi Padang dan Pariaman.
“Pandangan mendatar secara umum kurang dari 2 km. Kondisi ini terus menurun, jika dibandingkan kondisi hari kemarin,” tegasnya.