Tren Positif Investasi Bidang Perikanan di Sumbar
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Investasi di bidang kelautan dan perikanan di Provinsi Sumatera Barat menunjukan tren positif. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat menyatakan, sejauh ini investasi yang telah berjalan di bidang kelautan dan perikanan, seperti penangkapan dan pengolahan ikan tuna, budidaya dan ekspor kerapu, budidaya dan ekspor mutiara.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri, mengatakan, daerahnya memiliki banyak jenis peluang investasi, termasuk di bidang perikanan dan kelautan.
Selain adanya investor kini tengah berjalan yakni untuk penangkapan dan pengolahan ikan tuna, budidaya dan ekspor kerapu, budidaya dan ekspor mutiara, juga ada ekspor ikan hias, budidaya udang vaname.
“Sampai sekarang, usaha itu masih berjalan tanpa ada masalah yang berarti, dan kini berbagai jenis usaha itu berjalan lancar, tidak persoalan. Karena memang komitmen kita itu membuka sebesar-besarnya peluang bagi investor yang ingin berinvestasi ke Sumatera Barat,” katanya, Kamis (15/8/2019).
Ia menyebutkan, potensi untuk usaha kelautan dan perikanan di Sumatera Barat sangat terbuka lebar. Untuk itu kepada investor, selalu ditawarkan dengan berbagai peluang ataupun potensi investasi, seperti penangkapan dan pengolahan ikan tuna, budidaya kerapu, budidaya kerang mutiara, budidaya rumput laut, pemasaran ikan hias, pembangunan cold storage atau pabrik es, dan pembangunan galangan kapal.
“Pembahasan ini telah kami sampaikan bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di acara temu bisnis investasi bidang kelautan dan perikanan di Hotel Balairung Jakarta kemarin (Rabu 14/8). Nah sekarang, kita berharap ada respon positif dari kegiatan tersebut, yakni para pelaku usaha mau berinvestasi di bidang perikanan ini,” ungkapnya.
Yosmeri mengaku optimis bahwa dari kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah asosiasi di bidang perikanan itu, bakal tertarik untuk datang ke Sumatera Barat melihat langsung kondisi perikanan.
Setidaknya dengan adanya pernyataan minat saja, maka Pemprov Sumatera Barat akan memfasilitasi kedatangan para investor tersebut.
“Jadi yang hadir cukup banyak, yakni dari asosiasi perikanan nasional, asosiasi tuna, asosiasi udang, asosiasi kerang mutiara, asosiasi budidaya laut, serta pengusaha nasional bidang penangkapan ikan. Lalu juga ada dari bidang pengolahan hasil perikanan, pengusaha tambak udang, pengusaha galangan kapal, pengusaha wisata bahari, pengusaha cold storage dan pengolahan hasil perikanan,” paparnya.
Dikatakannya, tujuan pertemuan tersebut adalah untuk memberikan informasi potensi dan peluang investasi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat, kepada pengusaha nasional dan para perantau Minang untuk investasi ke daerahnya.
Karena, cukup banyak perantau asal Minang yang terbilang sukses menjalankan investasi di bidang perikanan tersebut.
Intinya, kata Yosmeri, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat juga memberikan imformasi bahwa kini sudah cukup banyak investor yang investasinya di Sumatera Barat telah berjalan, seperti penangkapan dan pengolahan ikan tuna, budidaya dan ekspor kerapu, budidaya dan ekspor mutiara, ekspor ikan hias, dan budidaya udang vaname.
“Jadi bisa dikatakan kondisi investasi di Sumatera Barat kini menunjukkan tren positif. Kita berharap hal ini terus tumbuh dengan baik,” harapnya.
Bahkan, katanya, pada pertemuan tersebut juga turut hadir pelaku usaha asal Sumatera Barat yakni yang merupakan pelaku usaha kerapu, usaha tambak udang, dan asosiasi tambak udang. Juga pelaku UMKM lainnya terkait wilayah pesisir.
DKP menyatakan, dari kegiatan tersebut, ternyata ada satu orang pengusaha perikanan yang berminat untuk berbisnis budidaya udang vaname.
“Jadi ada salah seorang investor nasional yang bakal datang ke Sumatera Barat dalam waktu dekat ini. Namanya bapak Thomas dan ia bakal berinvestasi untuk budidaya udang vaname,” ungkapnya.
Dari diskusi yang berkembang usai acara tersebut dilakukan, yang menyatakan minat berinvestasi ke Sumatera Barat memang ada. Misalnya investor yang datang dari perusahaan mutiara dan galangan kapal, serta investasi bidang pembenihan udang. Atas hal ini, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyatakan, Pemprov Sumatera Barat dengan senang hati menyambut kedatangan para investor.
“Kita di Pemda akan memberikan kemudahan berinvestasi terutama bidang perizinan, dan kita akan memfasilitasi jika perlu kemitraan dengan pengusaha lokal baik masalah lokasi dan administrasi lainnya,” tegas Irwan di Padang.
Sebagai bukti keseriusan Pemprov Sumatera Barat menyambut datangnya investor, Irwan Prayitno bakal sering ke luar negeri melakukan promosi potensi investasi yang ada di daerahnya. Potensi investasi perikanan, selalu disampaikan Irwan kepada berbagai negara dan investor, namun sejauh ini respon itu belum terlihat.
“Kalau untuk bidang perikanan ini kita ada ekspor ikan tuna dengan tujuan negara Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara lainnya. Nah dari acara yang kita selenggarakan kemarin itu, membahas lebih rinci lagi tentang potensi-potensi yang ada,” ungkapnya.
Irwan berharap, dari segala upaya yang telah dilakukan oleh Pemprov Sumatera Barat salah satunya menjemput bola dengan cara mendatangi berbagai negara, dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian di daerah Sumatera Barat.
Setidaknya, jika geliat investasi tumbuh, salah satunya di bidang perikanan, maka akan berdampak pula pada perekonomian daerah.