Kasus DBD di Purbalingga Terus Meningkat
Editor: Mahadeva
PURBALINGGA – Kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Purbalingga terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Di 2019 ini, data Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga menyebut, hingga Juni, terdapat 508 kasus.
Angka tersebut meningkat cukup tajam, karena di 2018, hanya ditemukan 190 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dan di 2017 mengalami penurunan 191 kasus dibanding 2016 yang ditemukan 274 kasus. Namun, di tahun ini memasuki pertengahan tahun, sudah terdapat 508 kasus DBD. Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono, mengatakan, peningkatan kasus DBD harus segera diantisipasi.
Petugas kesehatan di desa, diklaimnya sudah diminta untuk sering turun, dan mengajak warga melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Kegiatan tersebut menjadi cara paling efektif untuk memberantas nyamuk.

“Tahun ini kasus DBD meningkat, karena itu berbagai langkah antisipasi dan pencegahan harus dilakukan, terutama di tingkat desa, kelurahan serta RT, RW,” terangnya, Jumat (16/8/2019).
Untuk pencegahan DBD di tingkat desa, Dinkes Purbalingga membentuk Kawasan Bebas Jentik (KBJ) di Desa Tamansari, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga. Daerah tersebut dipilih karena menjadi penyumbang kasus DBD terbanyak di Purbalingga.
“Peningkatan siklus DBD di Desa Tamansari dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Karena itu, desa ini kita jadikan percontohan untuk pembentukan KBJ,” jelasnya.
Konsekuensi sebagai desa KBJ adalah, melaksanakan kegiatan pemberantasan jentik-jentik dan sarang nyamuk yang harus lebih giat. Mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, kemudian RT, RW dan dusun. Forum Kesehatan Desa (FKD) yang sudah terbentuk, harus menjadi motor utama bagi masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk.
Pemberantasan sarang nyamuk diharapkan mengakar di masyarakat, yaitu dengan melakukan 3 M plus, menguras tempat penampungan air seminggu sekali, menutup rapat tempat penampungan air dan mendaur ulang wadah yang bisa menampung air.
Sedangkan plusnya adalah melakukan pencegahan dari gigitan nyamuk, seperti tidur dengan kelambu, atau memakai obat anti nyamuk. Masyarakat juga dihimbau untuk menanam tumbuhan pengusir nyamuk, seperti lavender atau tanaman serai wangi.