Jelang Iduladha, Harga Kebutuhan Pokok di Lampung Selatan Naik
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Sepekan menjelang hari raya Iduladha, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional yang ada di Lampung Selatan mulai naik.
Meski belum naik signifikan, pedagang menyebut kenaikan harga mulai dirasakan. Kebutuhan pokok seperti beras, gula putih, tepung terigu, kacang kacangan, daging sapi, daging ayam dan sayur mayur harganya mulai merangkak naik.
Jumiem, pedagang sayur di pasar tradisional Sidoasih, Kecamatan Ketapang, menyebut kenaikan harga terjadi cukup tipis. Rata-rata kenaikan berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000 untuk setiap komoditas. Meski harga mulai naik, permintaan dari masyarakat disebutnya masih cukup tinggi. Permintaan tersebut dipengaruhi tradisi masyarakat menjelang Iduladha atau biasa disebut masyarakat setempat dengan bulan besar, menggelar pesta pernikahan.
Permintaan yang cukup tinggi diantaranya untuk komoditas bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit dan kentang. “Musim kemarau menjadi faktor lain kenaikan harga sayur dan komoditas lain. Selain itu, banyak warga menggelar pesta pernikahan setiap kali menjelang Iduladha,” terang Jumiem kepada Cendana News, Selasa (6/8/2019).
Pedagang lainnya, Susanti, menyebut, kenaikan harga sudah terjadi sepekan terakhir. Hal itu dikarenakan, bulan besar dinilai masyarakat sebagai bulan baik untuk melangsungkan pernikahan. Pedagang daging ayam tersebut mengatakan, harga daging ayam perekor ukuran 1,5 kilogram dijual Rp40.000. Sementara untuk beras, kualitas medium dijual Rp9.000 hingga Rp9.500 per-kilogram. Telur ayam dijual Rp20.000 per-kilogram, gula putih Rp13.000 per-kilogram, cabai rawit Rp32.000 per-kilogram.

Pedagang sayur, Hasanah menyebut, harga komoditas yang dijualnya masih stabil. Sayur yang harganya stabil diantaranya, kentang, tomat, wortel, Kol, tahu, tempe, buncis. Sementara yang harganya naik cabai rawit dari Rp29.000 menjadi Rp31.000, cabai merah dari Rp36.000 menjadi Rp37.000, bawang merah dari Rp25.000 menjadi Rp30.000, bawang putih dari Rp26.000 menjadi Rp27.000. Harga tersebut untuk pembelian per-kilogram.
Kenaikan harga tersebut memberi keuntungan bagi petani. Rahmat, petani bawang merah di Desa Tamansari, Kecamatan Ketapang, dapat melakukan panen menjelang Iduladha 2019. Di lahan seluas setengah hektare, Dia memanen empat ton bawang merah. Pada tingkat petani, harga bawang Rp26.000 per-kilogram. “Panen bawang merah dilakukan saat kebutuhan masyarakat tinggi, meski kemarau, saya masih bisa panen,” ungkap Rahmat.