HUT Kemerdekaan, Veteran Bekasi Berharap Dibuatkan Kantor

Editor: Mahadeva

BEKASI – Momentum HUT ke-74 Kemerdekaan RI, dijadikan para pejuang yang tergabung di dalam Legiun Veteran Repulik Indonesia (LVRI) Kota Bekasi, Jawa Barat, memiliki kantor.

Anggota Veteran Kota Bekasi Sjaifullah – Foto M Amin

Kantor yang diharapkan difasilitasi pemerintah tersebut, akan dijadikan sebagai tempat silaturrahmi sesama veteran. “Veteran Kota Bekasi, sampai sekarang belum memiliki kantor sebagai tempat silaturrahmi. Dan ini sudah sering disampaikan, bahkan tadi saat upacara kembali dibisikkan secara lisan ke Kodim 0507/Bekasi agar diteruskan ke Pemkot Bekasi, terkait kantor Veteran,” ungkap anggota Veteran Kota Bekasi, Sjaifullah (76), Sabtu (17/8/2019).

Sesuai data, jumlah Veteran yang tergabung dalam LVRI di Kota Bekasi, saat ini ada 237 orang. Kantor yang dimaksud selain sebagai tempat silaturrahmi, juga menjadi tempat untuk menjelaskan kepada generasi penerus bangsa, bagaimana perjuangan bangsa, dan wawasan kebangsaan.

Kemerdekaan disebutnya, harus diteruskan dengan perjuangan. Paling tidak menjaga kesatuan dan persatuan ditengah perbedaan.”Masalah perbedaan itu bukan untuk berperang atau berselisih, perbedaan harus merangkum untuk menyatukan,” tandasnya.

Sjaifullah, memiliki pangkat terakhir Wakil Asst Personil Kepala Staf AU (KSAU). Pensiunan 1998 tersebut menambahkan, bahwa perhatian nergara terhadap Veteran harus disyukuri melalui dana pensiun.

Meskipun apa yang telah diperjuangkan oleh veteran tidak berharap balasan. “Pejuang veteran tentunya ikhlas dalam berjuang untuk NKRI. Tinggal generasi penerus mengisi kemerdekaan dengan terus menjaga kesatuan NKRI, yang telah diperjuangkan dengan darah, air mata, dan nyawa,” tukasnya.

Menjadi angkatan Udara sejak 1964 dan pensiun di 1998, Sjaifullah, sedikit mengkritik banyak bertebar Pin seperti wing, sebagai bentuk tandajasa atas keberhasilan. Banyak yang memakainya secara bebas di seragam Ormas, seperti Satpam Kereta Api dan lainnya.

Atas banyak tanda keberhasilan yang dipakai bebas, Dia berpendapat banyak warga sipil ingin terbang seperti Tentara. Padahal di militer, untuk mendapatkan wing atau pin tertentu harus melalui perjuangan dan prestasi. “Bintang bukan beli, melihat ini banyak orang sipil ingin terbang seperti Tentara. Dulu saya mendapatkan wing (Pin) bukan mudah, saya mendapatkan dengan darah terjun tengah malam. Sekarang kita naik kereta api Satpam bisa ada dua wing di dadanya,” ujar Sjaifullah.

Dari pengamatannya, di Ormas Pemuda Pancasila ada lima wing yang bisa dipasang oleh anggotanya. Sjaifullah, juga mengkritik keberadaan Kepala Kejaksaan, yang sekarang sudah memegang tongkat komando. “Sekarang susah membedakan antara tentara dan sipil, karena semua hampir sama. Lihat sendiri antara seragam TNI AU dan Lapas, beda hanya di lambang warnanya sama persis setelah dekat baru tahu pegawai lapas atau TNI AU,” imbuhnya yang seraya diamini veteran lainnya.

Lihat juga...