Hindari Razia Operasi Patuh Krakatau, Dua Pemotor Alami Kecelakaan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Dua pengemudi kendaraan bermotor mengalami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kalianda.
Pengendara motor bernama Anton yang mengendarai kendaraan bernomor polisi B 6276 TCI ditabrak dari belakang oleh Ahmad pengendara motor bernomor polisi BE 5750 OL. Kuat dugaan keduanya mengalami kecelakaan akibat menghindari razia operasi Patuh Krakatau 2019.
Anton menyebut berada di depan memacu kendaraan dalam kecepatan rendah. Namun dari belakang kendaraan motor lain menabraknya hingga ia oleng. Anton mengaku ia terjungkal dari motor meski hanya mengalami luka-luka ringan dan kendaraan rusak.
Sebaliknya Ahmad yang berada di belakangnya mengalami luka pada bagian kaki. Pengakuan Anton yang datang dari arah Bakauheni menuju Sidomulyo tidak tahu adanya razia polisi.
Ia juga menduga kondisi pengendara yang ada di belakangnya dalam kondisi mengantuk. Beruntung saat kejadian sejumlah masyarakat langsung membantu mengevakuasi keduanya di tepi jalan. Sejumlah anggota Satlantas Polres Lamsel yang tengah menggelar operasi patuh Krakatau segera membawa Ahmad yang mengalami luka pada kaki ke rumah sakit.
“Saya kaget karena ada razia lalu memacu kendaraan dengan kecepatan pelan sementara di belakang saya langsung menabrak sehingga tabrakan tidak terhindarkan,” ungkap Anton yang mengaku berasal dari Kotadalam saat ditemui Cendana News, Sabtu (31/8/2019).
Anton mengaku meski kendaraan mengalami kerusakan ia hanya mengalami luka ringan. Ia bahkan enggan dibawa ke rumah sakit dan menghubungi saudaranya untuk menjemput.
Laki-laki yang berangkat dari Jakarta tersebut mengaku akan pulang ke Kota Dalam Sidomulyo. Lokasi kecelakaan yang berada di dekat bengkel membuat ia langsung memperbaiki kerusakan pada kendaraan motor miliknya.
Terkait insiden tersebut Kepala Unit Kecelakaan Satlantas Polres Lamsel, Ipda Kadek Andi, menduga pengendara kaget saat ada razia. Sebab sejumlah kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan langsung berbalik arah.

Pada operasi patuh Krakatau yang digelar hari ketiga, ia menyebut sudah memasang rambu peringatan adanya pemeriksaan kendaraan.
“Imbauan sudah jauh-jauh hari disampaikan dan rambu adanya pemeriksaan kendaraan disediakan, dugaan pengendara kaget lalu terjadi kecelakaan,” ungkap Ipda Kadek Andi.
Petugas dari unit Laka Satlantas Polres Lamsel disebutnya sudah membawa korban ke rumah sakit. Pada operasi patuh Krakatau hari ketiga ia menyebut razia masih digelar hingga sore.
Namun demikian operasi sejak hari pertama hingga kedua polisi sudah menilang sebanyak 283 pelanggar. Pada operasi hari pertama ditilang sebanyak 121 pelanggar dan hari kedua mencapai 162 pelanggar.
Memasuki hari ketiga Ipda Kadek Andi mendampingi Kasatlantas Polres Lamsel, AKP M Kasyfi Mahardika menyebut masih menjaring puluhan kendaraan motor dan mobil.

Pelanggaran yang banyak mendapat tilang diantaranya SIM mati, tidak membawa helm, tidak memakai sabuk pengaman. Sasaran pengendara di bawah umur juga menjadi target operasi patuh yang digelar hingga 11 September mendatang.
Ipda Kadek Andi menambahkan dalam operasi patuh Krakatau 2019, sejumlah pelanggaran berkendara akan ditindak. Pelanggaran tersebut diantaranya pengendara dalam kondisi mabuk, tidak memakai helm SNI, tidak memakai sabuk pengaman, berkendara dalam kecepatan tinggi dan berkendara dengan menggunakan ponsel.
Pengendara yang mendapat tilang akan membayar denda tilang ke kantor BRI dan mengambil surat kendaraan serta SIM yang ditilang.