Rencana Pendirian Toserba KSU Derami Terkendala Modal

Editor: Koko Triarko

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati/ Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, mulai melirik potensi usaha baru, yakni toko serba ada (Toserba). Hal ini melihat banyaknya anggota Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), sehingga usaha Toserba dinilai cocok untuk dikembangkan.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, saat ini jumlah anggota Tabur Puja yang tersebar di 31 Posdaya mencapai ribuan. Hampir sebagian besar di antaranya memiliki usaha yang membutuhkan berbagai bahan untuk usahanya.

Misalnya, usaha gorengan, maka bahan yang dibutuhkan tepung, minyak goreng, dan lainnya. Bila ada Toserba di KSU Derami, maka seluruh anggota bisa dikoordinir supaya berbelanja kebutuhan usaha ke KSU Derami.

“Kita sebenarnya memang lagi berencana untuk membuka unit usaha yang baru, cuma persoalannya sekarang itu, ya modal. Seperti halnya untuk Toserba, sebenarnya dulu itu ada rencana Senkudaya (Sentra Kulakan Posdaya), yang dipindahkan ke KSU Derami dari sebelumnya di LKKS Sumatra Barat. Namun karena masih ada beberapa hal, Senkudaya tak kunjung menjadi unit usaha di KSU Derami,” katanya, Senin (8/7/2019).

Untuk itu, melihat Toserba memiliki peluang yang bagus, pengurus KSU Derami mempunyai rencana untuk mewujudkan hal tersebut. Terkait permodalan, setidaknya ada uang Rp20 juta yang bisa diputarkan mendirikan Toserba. Meski sebatas rencana, skema dan cara penjualan barang-barang pun telah diperbincangkan.

Menurutnya, rencana Toserba itu bisa didukung oleh gedung atau kantor KSU Derami Padang yang berada di jalan Dr. Sutomo No.106, Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur. Sehingga hal yang perlu dipastikan sekarang adalah apakah Senkudaya menjadi unit usaha di KSU Derami, atau tidak.

“Kami rasa jika ada Toserba, akan banyak pelanggan. Selain itu soal harga barang yang dijual tentu di bawah harga pasar. Karena kami sadar, bahwa target pasar itu ialah usaha rakyat kecil yang dibantu oleh Tabur Puja,” ucapnya.

Ia menyebutkan, rencana dibuatnya Toserba menjadi unit usaha di KSU Derami Padang, sebenarnya merupakan rencana yang cukup lama. Hanya saja modal untuk mendirikan Toserba tidaklah cukup, setidaknya butuh modal ratusan juta untuk membuka unit usaha Toserba tersebut. Sementara, kini modal yang bisa diputarkan di koperasi berada di angka Rp20 juta.

Ayu menilai, bila yang modal Rp20 juta dikelola untuk membuka unit usaha Toserba, tidak akan dapat banyak menyediakan barang-barang yang akan dijual. Khawatirnya, jika hanya bermodalkan Rp20 juta, kondisi Toserba bisa kehabisan stok barang, dan menyebabkan kepercayaan anggota kepada koperasi.

“Uang sebesar Rp20 juta itu mungkin hanya bisa sedikit barang-barang yang bisa dibeli, sementara anggota kita yang hendak berbelanja ada ribuan. Artinya, kita akan mendirikan Toserba, bila kondisi permodalan benar-benar siap untuk memenuhi kebutuhan anggota,” tegasnya.

Ia melihat perkembangan usaha anggota dari Tabur Puja kini berjalan dengan baik, selama ini kebutuhan mengisi keperluan usahanya, banyak anggota berbelanja ke toko lainnya, yang dinilai lebih dekat dari lokasi berdagangnya. Padahal bila dikelola, potensi yang demikian, akan mampu memberikan keuntungan bagi KSU Derami.

“Kalau ada Toserba, bagi anggota yang jauh tinggalnya dari koperasi, bisa dibantu dengan mengantarkan pesanannya. Itu rencana kita soal mengatasi persoalan berbelanja jauh. Sedangkan cara supaya anggota memilih Toserba KSU Derami, tentu terlebih dahulu dilakukan sosialisasi kepada seluruh Posdaya,” ungkapnya.

Ayu juga mengaku, terkait pembicaraan teknis lainnnya belum terlalu dibahas, karena pendirian Toserba baru sebatas pembicaraan kalangan pengurus, dan bukan dalam rapat. Kendati demikian, Toserba diakui memiliki potensi yang bagus menunjang pendapatan KSU Derami.

Lihat juga...