Bahan Kosmetik Warga Suak, Manfaatkan Rumput Laut Using
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Sebagian warga Desa Suak manfaatkan rumput laut liar yang tumbuh alami di pantai untuk sumber penghasilan.
Rosilah, salah satu warga RT 1 Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Lamsel) mengaku sudah menjadi pencari rumput laut sejak lima tahun silam.
Rumput laut liar yang dikenal dengan sebutan using oleh warga lokal kerap diambil dari batu karang pantai Pengasinan.
Selama lima tahun ia mengaku, mengumpulkan rumput yang tumbuh tanpa dibudidayakan tersebut. Pada tahun sebelumnya, Rosilah menyebut harga rumput laut tersebut masih mencapai Rp500, naik menjadi Rp800 hingga kini mencapai Rp1.500 per kilogram.
Sejumlah pencari rumput using memanfaatkan kondisi laut yang surut untuk memanen rumput tersebut.
Saat awal proses mencari rumput laut jenis using, Rosilah mengaku jenis rumput tersebut akan dipakai sebagai bahan produk kesehatan. Pengepul akan membeli rumput laut dalam kondisi kering dengan harga Rp1500 per kilogram.
Saat kondisi cuaca bagus ia bisa mengumpulkan rumput using hingga 500 kilogram atau mendapatkan hasil penjualan Rp750 ribu. Sejumlah pencari rumput laut diakuinya bisa mendapat rumput laut kering hingga 1 ton.
“Kami hanya diberi tahu oleh pengepul rumput using bisa dimanfaatkan untuk kosmetik serta berbagai jenis obat dan memiliki nilai ekonomis. Lumayan bisa memberi penghasilan bagi warga nelayan selain mencari ikan,” terang Rosilah saat ditemui Cendana News, Jumat (5/7/2019).
Rumput laut using menurut Rosilah dikumpulkan dengan cara dipetik pada bagian sulur. Seperti jenis rumput laut spinosum dan katonii, rumput laut using akan disisakan bagian batang utama.
Sebab batang utama yang menempel pada batu karang masih bisa menumbuhkan sulur baru pada masa panen berikutnya. Dalam kondisi perairan sedang bagus terutama musim hujan, rumput laut using bisa dipanen sepekan sekali.
Sebagai cara menjaga agar rumput laut tersebut tumbuh baik, ia mengaku pengepul mengajak nelayan menghindari sampah. Sebab jenis sampah plastik dan sampah lain bisa berimbas pada pertumbuhan rumput using yang kurang baik.
Kondisi air jernih dan bebas polusi menurut Rosilah menjadi pendukung pertumbuhan rumput yang lebih baik. Sebab saat kondisi perairan kurang bersih rumput laut jenis using tumbuh kurang maksimal.
“Karena rumput laut jenis using untuk bahan kesehatan maka lingkungan harus dijaga, terlebih rumput laut using belum dibudidayakan,” papar Rosilah.

Sulaiman, salah satu nelayan pengepul rumput laut di lokasi yang sama mengaku mengumpulkan using untuk tambahan penghasilan.
Selain sebagai nelayan tangkap dalam sebulan ia mengumpulkan rumput using sekitar 1 ton. Meski rumput laut diambil dari pantai yang dangkal, proses pemanenan dilakukan dengan memakai perahu.
Setelah proses pemanenan rumput akan dijemur hingga kering dan dikumpulkan memakai plastik kedap udara.
Sulaiman mengaku tidak mengetahui persis kegunaan using, sebab ia hanya mengetahui rumput laut tersebut memiliki nilai jual menjanjikan.
Saat kondisi cuaca tidak bersahabat untuk melaut, mencari rumput using bisa digunakan sebagai sumber penghasilan sampingan. Menghasilkan sekitar 1 ton rumput using kering dengan rata-rata harga Rp1.000 ia masih bisa mendapatkan hasil Rp1 juta.
“Hasil yang diperoleh memang kecil namun sangat membantu perekonomian bagi warga yang sebagian nelayan,” cetus Sulaiman.
Sulaiman menyebut, sebagian nelayan mulai melakukan budidaya rumput laut using di sekitar pantai. Cara yang dilakukan oleh nelayan dengan menyusun batu karang untuk tempat tumbuh rumput laut using.
Berbeda dengan jenis rumput laut katonii dan spinosum yang bisa dikembangkan dengan sistem jalur, rumput laut using tumbuh di bebatuan tepi pantai.
Meski tanpa dibudidayakan ia masih bisa mendapatkan hasil dari penjualan using.