Kuota Beasiswa Program ‘Saga Saja’ di Pariaman Ditambah

Ribuan siswa se-Kota Pariaman, Sumbar mengikuti peluncuran Satu Keluarga Satu Sarjana di Pariaman,-Foto: Ant.

PARIAMAN – Pemerintah Kota Pariaman, Sumatra Barat, menambah kuota penerima beasiswa program Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja) pada 2019, menjadi 10 kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Kami hanya mengirim 10 mahasiswa pada 2108, karena program baru berjalan, namun tahun ini ada 100 mahasiswa,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kota Pariaman, Hartati Taher, di Pariaman, Sabtu (29/6/2019).

Ia mengatakan, 100 mahasiswa tersebut akan melaksanakan kuliah di empat perguruan tinggi vokasi yang telah menjalin kerja sama dengan Pemko Pariaman.

Ada pun empat perguruan tinggi tersebut, yaitu Politeknik Negeri Padang (PNP), Politeknik Akademi Teknologi Industri Padang (ATIP), Politeknik Pelayanan (Poltekpel) Sumbar dan Batam Tourism Polytechnic (BTP).

Ia menyampaikan, setidaknya pada tahun ini ada 139 peserta yang mengikuti program Saga Saja, dan akan melaksanakan tes potensi akademik (TPA).

“Mereka berasal dari keluarga tidak mampu yang nantinya akan mendapatkan beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pariaman dan Pemko Pariaman,” katanya.

Ia mengatakan, sebelum dinyatakan dapat mengikuti tes di empat perguruan tinggi tersebut, pihaknya telah memeriksa perekonomian keluarga yang bersangkutan dan menghubungkannya dengan basis data terpadu.

Ia menjelaskan, dipilihnya peserta dari keluarga tidak mampu karena Pemko Pariaman bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan warga di daerah itu, dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Program ini hanya untuk keluarga yang ekonomi lemah, sehingga data kesejahteraan peserta harus jelas, agar penerimanya tepat sasaran,” ujarnya.

Ia merincikan, 139 calon mahasiswa tersebut akan mengikuti TPA di PNP 107 orang, ATIP 17, Potekpel Sumbar 14 orang, dan BTP satu orang.

“Pengiriman usulan untuk TPA ini berdasarkan kampus tujuan yang ingin didaftar oleh peserta,” kata dia.

Jika peserta tersebut lulus atau diterima sebagai mahasiswa di perguruan yang dituju, maka uang semester pertama hingga ke tiga akan dibiayar oleh Baznas, sedangkan semester selanjutnya hingga semester ke enam akan dibiayar oleh pemerintah melalui APBD.

“Kemudian setiap penerima beasiswa juga mendapatkan dana stimulan Rp500 ribu per bulan untuk biaya hidup,” lanjutnya. (Ant)

Lihat juga...