Walkot Malang Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
Editor: Koko Triarko
MALANG – Wali Kota Malang, Sutiaji, menyebutkan pendidikan karakter sangat dibutuhkan para peserta didik, terutama di era revolusi industri 4.0.
Pembangunan Indonesia ke depan sudah tidak lagi berfokus pada pembangunan infrastruktur lagi, tapi lebih kepada pembangunan sumberdaya manusia (SDM). Dalam membangun SDM, tidak hanya yang mampu bersaing, tetapi juga berakhlak dan berkarakter.
“Tidak jauh berbeda dengan komitmen pemerintah pusat, pemerintah kota Malang saat ini tengah mengedepankan pendidikan karakter, seiring dengan revolusi industri 4.0,” ujarnya, usai memimpin upacara peringatan hari pendidikan di halaman Balai Kota Malang, Kamis (2/5/2019).

Menurutnya, ketika anak bangsa selalu mengikuti dunia teknologi tapi tidak diimbangi dengan pendidikan karakter, mereka akan terombang-ambingkan oleh situasi. Seperti saat ini, antara informasi yang benar dan hoaks sudah sulit sekali dibedakan.
“Untuk itu, saya harapkan dengan pendidikan karakter ini, kecerdasan menjadi keniscayaan, tapi juga harus dibarengi dengan karakter peserta didik sebagai anak bangsa,” ucapnya.
Selain itu, sambungnya, Pemkot Malang sejak awal di dalam Peraturan Daerah (Perda) juga sudah mengamanatkan, bahwa lebih dari 20 persen APBD diperuntukkan untuk pendidikan.
Sementara itu dalam sambutan Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy, yang dibacakan Wali Kota Malang, Sutiaji, disampaikan bahwa kementerian pendidikan dan kebudayaan dalam membangun SDM, menekankan pada dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan generasi yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja
Menurut Muhadjir, pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlakul kharimah, berakhlak mulia, sopan santun, tanggung jawab serta memiliki budi pekerti yang luhur.
Hadirnya revolusi industri 4.0 telah mempengaruhi cara hidup dan berkehidupan, cara bekerja maupun cara belajar peserta didik.
“Perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku peserta didik. Untuk itu, peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak semakin cepat,” sebutnya.
Karenanya, kata Muhadjir, dibutuhkan profesionalitas kerja segenap pemangku kepentingan dunia pendidikan di tingkat pusat sampai tingkat daerah.