Polairud dan Basarnas Lampung, Siaga Jamin Keselamatan Pelayaran
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Pastikan keselamatan pemudik pengguna transportasi laut, personel kepolisian perairan dan udara (Polairud) dan Basarnas Lampung siagakan personel di pelabuhan Bakauheni.
Puluhan personel gabungan dari Satpolairud Polda Lampung, Polres Lamsel, melakukan patroli pengamanan angkutan lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 di area pelabuhan.
Brigadir Kepala Agung Gede Asmara Jaya, personel Satpolairud Polres Lamsel menyebut pengamanan dilakukan selama arus mudik dan arus balik.

Sepekan jelang hari raya Idul Fitri (H-7) Bripka Agung menyebut selain personel, sejumlah peralatan juga disiapkan. Peralatan tersebut diantaranya alat alat keselamatan, perahu karet, pelampung.
Semua peralatan tersebut disiapkan pada posko Satpolaiud Operasi Ketupat Krakatau yang disiagakan di dermaga 3. Sejumlah peralatan tersebut siaga selama arus mudik dan arus balik untuk menjamin pengamanan angkutan lebaran.
Sebagai langkah pencegahan insiden transportasi laut, petugas Sapolair terus melakukan patroli. Patroli dilakukan pada saat kapal melakukan olah gerak sandar dan akan meninggalkan dermaga. Kepada para penumpang kapal dilakukan imbauan agar menjaga keselamatan.
Salah satu langkah diantaranya tidak berdiri di pagar kapal saat kondisi cuaca tidak bersahabat. Sebab potensi bahaya saat penumpang berada di pagar pembatas kapal bisa mengakibatkan penumpang terjatuh.
“Pada angkutan mudik dan balik lebaran diharapkan tidak terjadi kecelakaan pelayaran bagi pemudik pengguna moda transportasi kapal laut, sehingga personel polisi disiagakan,” terang Bripka Agung Gede Asmara Jaya, seusai melakukan patroli di perairan Bakauheni, Rabu (29/5/2019).
Personel Satpolairud Polres Lamsel disebutnya akan siaga sejak H-7 hingga H+7 lebaran. Patroli rutin diakuinya dilakukan setiap satu jam sekali dengan mengawal kapal roll on roll off (Roro) yang akan menyeberang dari Bakauheni ke Merak.
Posko siaga operasi Ketupat Krakatau Satpolair Polres Lamsel menurut Bripka Agung disiagakan di dermaga 3. Sebab lokasi tersebut berada di lokasi strategis dengan sejumlah dermaga di pelabuhan Bakauheni.
Koordinasi juga dilakukan dengan PT. ASDP Indonesia Ferry dalam pengamanan di perairan Bakauheni. Mengantisipasi cuaca buruk dengan potensi kapal susah sandar ia menyebut telah disiapkan tug boat TB Merak di dermaga 4 pelabuhan Bakauheni.
Tug boat tersebut bisa dipergunakan untuk proses menarik atau memandu kapal yang mengalami larat atau terbawa arus. Selain itu tug boat tersebut juga dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran.
“Harapan kita selama angkutan lebaran tahun ini kondisi cuaca cukup bersahabat,” beber Bripka Agung.
Selain Polairud Polres Lamsel dan Polda Lampung, pengamanan angkutan lebaran juga dilakukan oleh Basarnas Lampung. Sebanyak 16 personel Basarnas lengkap dengan peralatan disiagakan selama arus mudik dan balik.
Yulius Cahyono, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Basarnas Lampung, menyebut posko siaga di Bakauheni telah disiapkan memasuki H-7 lebaran. Dalam operasi siaga khusus Lebaran 1440 H Basarnas Lampung mendirikan 5 posko yang diprediksi menjadi jalur pemudik dan wisatawan.

Ia menyebut posko yang disiagakan tersebut diantaranya posko SAR Bakauheni, posko SAR Kota Agung, Posko Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), Posko Pantai Ketang Kalianda dan Dermaga Ketapang Pesawaran.
Kekuatan personel yang disiagakan dalam operasi tersebut diantaranya berjumlah 94 personel dan alat utama berupa Kapal Negara SAR 224 Basudewa yang ditempatkan di Bakauheni.
Selain KN SAR 224 Basudewa yang disiagakan di pelabuhan Bakauheni sejumlah peralatan tambahan penyelamatan kecelakaan juga disiapkan. Peralatan di sejumlah pantai diantaranya lokasi wisata jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 di wilayah objek wisata Tanggamus.
Khusus di akses jalan tol ruas Bakauheni Terbanggi Besar (Bakter) disiapkan rescue truck berisi penyelamatan kecelakaan kendaraan.
Yulius menyebut dalam pelaksanaan operasi angkutan lebaran kantor SAR Lampung juga fokus di lintas Selat Sunda. Sebagai jalur penyeberangan kapal dari pelabuhan Bakauheni-Merak keselamatan pelayaran sangat diperhatikan.
KN SAR 224 Basudewa saat arus mudik dan balik dikerahkan untuk mengawal sejumlah kapal terutama di alur masuk dan alur keluar. Sebab alur perjalanan kapal di lintas Selat Sunda akan semakin padat oleh pemudik dari pulau Sumatera dan pulau Jawa.
“Peralatan komunikasi mobile dan peralatan selam disiagakan di dermaga tiga dekat dengan posko Polairud untuk memudahkan koordinasi,” terang Yulius.
Potensi kecelakaan laut saat arus mudik diakui Yulius telah dikoordinasikan dengan pihak terkait. Kepada sejumlah operator kapal imbauan diberikan agar penumpang kapal tidak berdiri di pagar kapal. Sejumlah alat-alat keselamatan yang ada di dalam kapal berupa sekoci, alat pemadam api ringan (APAR) menjadi perhatian.
Alat keselamatan di kapal tersebut menjadi perhatian meminimalisir insiden tidak diinginkan di atas kapal. Selain fokus pada angkutan lebaran saat libur lebaran, sejumlah objek wisata bahari juga disiagakan personel SAR mencegah insiden di pantai.