Kunjungan di Libur Lebaran Melonjak, Pengelola Objek Wisata Berbenah
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Libur Idul Fitri 1440 Hijriah tinggal beberapa hari ke depan akan tiba. Kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan diprediksikan akan meningkat.
Hal itu diantisipasi pengelola objek wisata bahari di daerah tersebut. Rahmat, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni menyebut, warga telah melakukan persiapan fasilitas.
Ia menyebut, di kawasan tersebut menawarkan objek wisata Pantai Belebuk, Pantai Sumber Muli, Pulau Mengkudu, dan Pulau Sekepol. Berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Barokah, Pemerintah Desa Totoharjo, pengelolaan wisata dipersiapkan menghadapi momentum libur Idul Fitri.
Salah satu yang disiapkan adalah, penataan sumber daya manusia dengan melakukan pembagian tugas. Penempatan yang dilakukan seperti juru parkir, petugas tiket masuk, keamanan, kebersihan, penjaga pantai, jasa perahu serta tugas lain.
Diprediksi, pada libur hari raya Idul Fitri 1440 H/2019 jumlah wisatawan yang datang akan naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Pantai Belebuk yang terimbas tsunami di Desember 2018 silam, sempat mengalami penurunan kunjungan wisatawan.
Pada hari raya Idul Fitri tahun sebelumnya, kunjungan wisatawan mencapai 2.000 orang selama dua hari. Tahun ini, dipastikan bisa mencapai angka 3.000 orang wisatawan. “Prediksi tersebut kami buat dengan perhitungan libur hari raya Idul Fitri berbarengan dengan libur pegawai dan anak sekolah. Sehingga berpotensi mendongkrak kunjungan ke objek wisata bahari khususnya di pantai Belebuk,” terang Rahmat saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (26/5/2019).
Sementara, akses jalan yang semakin mulus membantu memperlancar transportasi. Kendaraan bisa mencapai ke tepi pantai. Meski ada sejumlah objek wisata bahari di pesisir Bakauheni, Rajabasa, Kalianda, keunggulan Pantai Belebuk adalah di aksebilitas yang mudah.

Pada segi atraksi, dalam satu garis pantai ada altenatif Pantai Sumber Muli dan Pulau Sekepol, Pulau Mengkudu. Dari sisi amenitas, fasilitas homestay bisa diperoleh di dekat Jalan Lintas Sumatera dan dekat objek wisata. Sarana berjualan kuliner yang memadai, toilet, musala dan sejumlah fasilitas lain, bisa dimanfaatkan oleh wisatawan. Pengelola telah menyediakan fasilitas seperti saung peneduh, area parkir yang luas dan memadai. “Sebagai wilayah pesisir, potensi sampah berbagai jenis kerap datang dari lautan karena sampah terdampar ke pantai saat gelombang pasang,” terang Rahmat.
Pembersihan sampah menjadi salah satu bagian dari persiapan menyambut libur lebaran. Volume sampah di daratan bisa dikendalikan dengan menyediakan kotak sampah. Namun, pantai yang kotor oleh sampah terdampar, perlu perhatian khusus.
Solusi yang bisa diterapkan, pembersihan pantai dilakukan secara rutin. Persiapan fasilitas di objek wisata Pantai Belebuk diakui juga oleh Hendrik, petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista). Selain penyiapan fasilitas, kesiapan keselamatan bagi wisatawan juga disiapkan. Fasilitas pendukung berupa perahu, pelampung, tali, ring buoy, alat alat kesehatan P3K dan ban telah disiapkan. “Setiap objek wisata tentu memiliki resiko keamanan yang berbeda,relawan balawista harus disiapkan dengan baik termasuk keahlian dalam melakukan pertolongan,” beber Hendrik.
Balawisata juga berkoordinasi dengan kepolisian air dan petugas kesehatan. Pengelola dan balawista telah memasang spanduk, himbauan di kawasan wisata, agar wisatawan memahami petunjuk keselamatan.
Melalui petunjuk keselamatan diharapkan wisatawan akan merasa nyaman berlibur di pantai. Sebab kawasan pariwisata pantai masih menjadi lokasi favorit terutama saat libur hari raya Idul Fitri.