Kementan Harus Kembangkan SDM Pertanian di Indonesia Timur

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Kementrian Pertanian memiliki kewajiban untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian. Kegiatannya tidak hanya di Jawa, tetapi juga di wilayah Indonesia Timur.

Ketua DPRD kabupaten Sikka Gorgorius Nago Bapa. Foto : Ebed de Rosary

“Bagi daerah-daerah di Indonesia Timur yang memiliki anggaran sangat minim mungkin ada bantuan dari kementerian Pertanian. Mahasiwa yang bersekolah di politeknik pembangunan pertanian milik kementrian Pertanian bisa mendapatkan biaya gratis,” sebut Ketua DPRD Sikka, Gorgorius Nago Bapa, Jumat (17/5/2019).

Us, sapaan akrab Ketua DPRD Sikka, meminta pemerintah daerah diberi kuota. Serta pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk kegiatan tersebut. Pemerintah pusat menanggung semua biaya untuk kegiatan pengembangan SDM pertanian tersebut. “Tujuan mulia dan niat baik dari Kementrian Pertanian dengan penandatanganan kerjsama di bidang pendidikan antara pemerintah Kabupaten Sikka, dengan beberapa politeknik pembangunan pertanian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan Badan Sumber Daya Manusia ( SDM ) Kementrian Pertanian RI Dr. Idha Widi Arshanti mengatakan, ada nota kesepakatan antara Pemkab Sikka dengan beberapa politeknik pembangunan pertanian. Kerjasama bertujuan untuk bersama-sama mengembangkan SDM pertanian di Kabupaten Sikka.

“Kementerian Pertanian memiliki amanah untuk dapat mengembangkan sumber daya manusia secara merata tidak hanya di Jawa atau di Pulau Sumatera, tetapi juga di wilayah timur Indonesia,” ujarnya.

Idha menyebut, kerja sama yang ditandatangani adalah cara agar putra-putra terbaik Kabupaten Sikka bisa ikut sekolah di Kementrian Pertanian. Saat ini, Kementrian Pertanian memiliki sekolah khusus, yaitu enam politeknik pembangunan pertanian di Medan, Bogor, Malang, Yogjakarta dan Magelang.

Kementrian Pertanian juga memiliki sekolah SMKPP di Goa, Manukwari, dan Kupang. “Sedangkan SMKPP yang ada di Banjar Baru dan Sumbawa saat ini sudah dalam proses menjadi Politeknik Pertanian. Tahun ini kita kan melaksanakan pembangunan Politeknik Enginering Pertanian Indonesia di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten bertaraf internasional,” jelasnya.

Karakter yang dibangun dari pendidikan di kampus pertanian milik kementrian Pertanian adalah, pendidikan vokasi atau pendidikan yang sifatnya terampil dan siap kerja. Hal itu berbeda dengan perguruan tinggi pada umumnya, dimana lebih banyak praktek yang akan dilakukan didalam proses pembelajaran, dibandingkan dengan teori.

Gerenasi mudah saat ini , masih menilai dunia pertanian tidak modern. Kementrian pertanian mencoba mengarahkan kaum muda untuk mencintai pertanian, karena daerah-daerah di Indonesia merupakan daerah yang memiliki potensi pertanian.

Lihat juga...