Jelang Ramadan, Pantai Teluk Penyu Dipenuhi Wisatawan
Editor: Satmoko Budi Santoso
CILACAP – Akhir pekan menjelang bulan Ramadan dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Salah satu yang dipadati adalah Pantai Teluk Penyu, Cilacap. Warga berbondong-bondong datang untuk berwisata, sekaligus melakukan ritual padusan.
Pantai yang letaknya berdekatan dengan Pulau Nusakambangan ini, menyimpan pemandanan yang indah. Deretan perahu nelayan, juga siap mengantarkan pengunjung ke Pulau Nusakambangan yang terletak di seberang.
Pulau Nusakambangan yang berhadapan dengan bibir pantai, diperbolehkan untuk dikunjungi wisatawan.

Salah satu pengunjung, Vivin mengatakan, memilih Pantai Teluk Penyu untuk berlibur di akhir pekan ini, selain suka pantai, sekaligus juga melakukan ritual padusan menjelang bulan puasa.
Pantai ini dinamakan Teluk Penyu, karena konon dulu banyak terdapat penyu, bahkan pantai tersebut dijuluki sebagai rumah penyu. Namun, seiring berjalannya waktu, penyu-penyu tersebut mulai menghilang.
“Besok sudah mulai puasa, jadi sekarang ke pantai, karena nanti sebulan full tidak ke pantai saat puasa, panas dan menyebabkan haus. Sekalian melakukan padusan, membersihkan diri, membuang semua yang tidak baik ke laut, begitu kata orang-orang tua di sini,” tuturnya, Minggu (5/5/2019).
Vivin datang rombongan bersama keluarga besar, para keponakan dan saudara lainnya. Seperti biasa, pengunjung akan menggelar tikar di tepi pantai untuk menaruh barang bawaan. Jika tidak membawa tikar, jangan khawatir, banyak yang menyewakan tikar di lokasi.
Ada beberapa pengunjung yang membawa bekal makanan dari rumah. Mengingat sehabis berenang di laut, sudah pasti akan merasa lapar. Namun, biasanya wisatawan juga tidak akan melewatkan untuk memesan aneka masakan laut dari warung-warung makan yang berada di sekitar pantai.
“Dari rumah bawa bekal nasi, ayam goreng sama sambel. Nanti pesan oseng cumi sama udang asam manis di warung, sudah ada warung langganan, masakannya enak dan harganya murah,” katanya.
Selain mandi di laut, beberapa wisatawan juga ada yang memilih untuk naik perahu. Dengan hanya membayar Rp 10.000 per orang, wisatawan akan diantarkan menuju Pulau Nusakambangan.
Setelah satu jam, wisatawan akan dijemput kembali oleh perahu nelayan, biasanya saling bertukar nomor HP antara wisatawan dengan pengemudi perahu, untuk memudahkan penjemputan.
Pantai di Nusakambangan juga tidak kalah indah, pasirnya berwarna putih dan sering disebut dengan pasir putih. Pengunjung bisa menyusuri hutan yang akan berujung pada pantai di sisi lainnya.
Selepas berenang atau menyeberang ke Pulau Nusakambangan, pengunjung bisa menikmati makan di pinggir pantai. Pantai Teluk Penyu dibuka hingga sore hari. Selepas pukul 18.00 WIB, pantai tersebut sudah harus bersih dari pengunjung maupun penjual makanan.