Tutut Soeharto Kunjungi Pesantren Habib Rizieq

Editor: Koko Triarko

BOGOR – Siti Hardijanti Rukmana, akrab disapa Tutut Soeharto, merasa bersyukur bisa bersilaturahmi ke Markas Syariah atau Pondok Pesantren dan Agrokultural di Kampung Lemah Neundeut, Sukagalih, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/4/2019).

Menurutnya, suasana pondok pesantren milik Habib Rizieq Shihab, sangat nyaman dengan didominasi pepohonan rindang. Kehangatan persaudaraan pun terlihat dari antusias para habib dan santri saat menyambut kedatangannya.

“Beliau (Habib Rizieq) itu sangat luar biasa. Terima kasih telah menerima kami di sini, hadir di pondok pesantren ini,” kata Tutut Soeharto, dalam sambutanya.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) berfoto bersama Panglima Laskar FPI dan para kader FPI di Markas Syariah, Pondok Pesantren dan Agrokultural di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/4/2019). -Foto: Koni

Tutut Soeharto yang didampingi adiknya, Siti Hutami Endang Adingsih (Mamiek Soeharto) dan rombongan, memuji perjuangan Habib Riziek dan para habib lainnya, yang telah perduli terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Tutut Soeharto pun berseloroh, karena merasa bangga bisa bertemu dengan panglima Front Pembela Islam (FBI) di  Markas Syariah ini.

“Saya dulu berpikir panglima FPI itu gede banget, ya. Tapi gagah juga, sih,” canda istri Indra Rukmana ini, disambut gelak tawa hadirin.

Putri Cendana ini mengatakan, FPI sangat berperan mengamankan bangsa. Terbukti kiprah FPI pada kegiatan 212, tidak ada kekacauan. Semua kegiatan berjalan rapi dan bersih.

Bahkan, kata Tutut Soeharto, usai kegiatan tersebut FPI langsung bergerak membersihkan area lokasi. Bukti lainnya, yakni misi kemanusiaan FPI saat tsunami Aceh pada 2004.

Begitu juga siaga membantu kepada korban bencana alam di wilayah lain di Indonesia.

“FPI membantu aparat TNI dan warga negara Indonesia, saat tsunami Aceh. Ini membuat saya yakin, bahwa FPI sangat luar biasa dan baik. Saya yakin, FPI tidak brutal, seperti yang digembar-gemborkan orang selama ini,” tukasnya.

Tutut Soeharto mengatakan, kita harus menghormati apa yang dilakukan FPI dalam mengamankan bangsa dan membantu sesama warga Indonesia.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) bersilaturahmi ke Markas Syariah, Pondok Pesantren Alam dan Agrokultural di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/4/2019). -Foto:Koni

Perempuan energik ini merasa bangga terhadap FPI yang berani atas peran-peran yang mereka lakukan di lingkungan masyarakat. Namun, Tutut Soeharto mengingatkan, agar FPI bersikap berani yang bertanggung jawab.

“Karena kalau hanya berani saja tanpa ada tanggung jawab, dia akan merusak semuanya. Justru Allah SWT tidak akan menyukai siapa pun merusak alam. Jadi saya mohon, berani yang bertanggung jawab, dan pasti sudah dilakukan FPI,” ujarnya.

Dia berpesan, jangan sampai FPI ditunggangi orang-orang yang bertujuan merusak nama baik organisasi.

Tutut Soeharto juga berharap, semoga Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, segera kembali ke Tanah Air setelah terjadi perubahan yang akan memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

“Insyaallah, beliau segera kembali ke Indonesia, setelah ada satu perubahan untuk bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...