Tutut Soeharto: Alhamdulillah, Dharmais Telah Bantu 140.000 Pasien di Indonesia
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
ATAMBUA — Siti Hardijanti Rukamana atau akrab disapa Tutut Soeharto menyambangi kegiatan bakti sosial operasi katarak di Yayasan Maria Virgo Rumah Sakit Katolik Marianum Haliluluk, Jl. Paroki Roh Kudus, Haliluluk Atambua Timor, Nusa Tengga Timur (NTT), pada Kamis (11/4/2019). Putri Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto tersebut disambut antusias oleh pihak rumah sakit dan para pasien.
Bakti Sosial Yayasan Dharmais tersebut bekerja sama dengan Rumah Sakit Katolik Marianum Haliluluk dan Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (erdami). “Bakti sosial ini bertujuan untuk membantu, agar masyarakat menjadi sehat. Kalau kita sehat, maka negara akan sejahtera, seperti keinginan Pak Harto,” ujarnya.
“Sejak Yayasan Dharmais didirikan tahun 1976 hingga saat ini telah membantu lebih dari 140.000 pasien di seluruh Indonesia. Alhamdulillah,” kata putri sulung Presiden Soeharto.
Tutut Soeharto yang didampingi adiknya, Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek Soeharto) dan anaknya, Danty Rukmana, sangat bahagia bisa menjadi bagian dari upaya pemberantasan katarak di Indonesia.
“Kami mengutamakan pasien di daerah terpencil. Diharapkan operasi katarak ini berjalan baik dan lancar. Semoga Ibu-ibu dan bapak-bapak lekas sembuh dan kembali beraktivitas,” ujarnya.
Operasi katarak merupakan tindakan medis yang sangat mengutamakan keselamatan pasien. Peranannya menjadi penting, karena ketika mata tidak dapat melihat, maka semuanya terganggu yang berdampak menjalankan aktivitas pun tidak maksimal.
Yayasan Dharmais yang didirikan Presiden Soeharto, bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia dalam bidang kesehatan. Selain operasi katarak juga ada operasi bibir sumbing, pengobatan kusta, dan lainnya.
“Ketika organ kita terganggu, maka harus segera disembuhkan. Insha Allah kami akan selalu membantu,” tandasnya.
Terlaksana acara ini dengan sangat baik, menurutnya, berkat sebuah kerjasama berbagai pihak. Baik itu pemerintah pusat, daerah, pihak swasta dan organisasi lainnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Katolik Mariam Haliluluk, Fabianus Lau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Dharmais yang telah memberikan bantuan dalam kegiatan tersebut.
Di hadapan Tutut Soeharto, Fabianus memperlihatkan antrean panjang pasien yang akan operasi katarak. Tahun lalu menururnya, rumah sakit ini telah melakukan kegiatan ini, tapi banyak pasien yang tercecer tidak bisa dilayani.
“Mereka menunggu dan selalu bertanya kapan operasi diadakan lagi. Puji Tuhan, Yayasan Dharmais, Ibu Tutut Soeharto berkenan membantu. Ada 100 lebih pasien yang terdaftar, mudah-mudahan bisa kami layani,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan pelayanan di daerah yang terbatas menyebabkan meraka harus datang ke daerah lain yang relatif cukup jauh. Minimal mereka ke kupang. Jika tidak, maka mereka harus mencari di luar NTT, dan itu tidak mungkin bagi mereka,” ujarnya.
Penantian panjang ini, jelasnya, karena kemampuan daerah yang terbatas. Meskipun RS berniat bagaimana
berkelanjutan pelayanan ini.
Menurutnya, RS berniat untuk menggelar bakti sosial. Namun karena terkendali dana tidak punya kemampuan.
“Selama ini kami berharap untuk penyandang dana dari luar memberikan bantuan agar terselenggara. Kami bersyukur, Yayasan Dharmais memberikan bantuan operasi katarak,” ujarnya.

”Mudah Ibu Tutut berkenan untuk melihat fasilitas yang kami punya. Kami berharap RS ini menjadi pusat pelayanan mata di daerah ini,” pungkasnya.