PSU 101 TPS di Sumbar Berjalan Tertib

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar), terpantau berjalan aman dan tertib. Akan tetapi, diperkirakan partisipasi masyarakat menurun di PSU, jika dibandingkan pada 17 April 2019 lalu.

Di Sumatera Barat, tercatat dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada sebanyak 101 TPS yang melakukan PSU.

Berdasarkan rekomendasi Bawaslu ke KPU, pelaksanaan PSU di Sumatera Barat, terdapat di 12 kabupaten dan kota yaitu Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kota Sawahlunto dan Kota Solok.

Kemudian kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pasaman, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Padang Pariaman.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, yang turut turun ke dua daerah melakukan pemantauan, mengatakan, dari sejumlah TPS yang ia datangi bisa disimpulkan pelaksanaan PSU di Sumatera Barat, aman dan tertib.

“Pelaksanaan PSU yang saya pantau sejauh ini berjalan damai, aman dan tertib, hampir tidak ada kejadian membuat keributan,” katanya, Sabtu (27/4/2019).

Sebegitu aman, Nasrul menyampaikan, tidak akan ada keributan di masyarakat. Hal ini menunjukan, pelaksanaan PSU berjalan baik tanpa ada kecurangan. Artinya kondisi yang demikian, telah membuktikan kondisi PSU di Sumatera Barat tidak panas. Buktinya bisa dilihat hari ini sudah berjalan seperti biasa.

Menurutnya, masyarakat Sumatera Barat merupakan masyarakat yang dalam kehidupan sehari-hari sangat demokratis dan sangat mudah menerima perbedaan pendapat.

“Masyarakat Sumatera Barat itu saling menghargai pendapat satu sama lainnya. Hal itu merupakan suatu kekuatan yang baik dalam memajukan pembangunan di Sumatera Barat,” ujarnya.

Nasrul mengaku, salah satu alasan dirinya melakukan pemantauan pada pelaksanaan PSU ini, karena ada kekhawatiran terjadinya partisipasi masyarakat akan menurun, dan tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan.

“Kekhwatiran saya sepertinya terbukti, setelah saya melihat secara langsung bagaimana minat masyarakat yang datang ke TPS, ya memang kurang antusias,” sebutnya.

Ia menyebutkan, salah satu bukti rendahnya partisipasi masyarakat pada PSU ini, ketika dirinya melihat TPS hingga jam 12:00 Wib siang tadi, masyarakat yang datang ke TPS 01 Kelurahan Banda Buek Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang baru 159 orang dari 292 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Bahkan di TPS 29 Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo partisipasi masyarakat baru mencapai 50 persen dari 277 DPT di TPS tersebut.

Nasrul menyatakan, sengaja datang siang hari, untuk melihat langsung bagaimana partisipasi masyarakat mencoblos ulang akan tetapi hasilnya tidak sesuai harapan yang diinginkan.

“Tentu hasil hari ini akan mengurangi jumlah tingkat partisipasi pemilihan umum serentak di Sumatera Barat,” terangnya.

Tidak hanya di Kota Padang, Wagub juga berkesempatan memantau pelaksanaan PSU di Kota Solok. PSU di Kota Solok terdapat di TPS 15 Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah.

Dari 12 kabupaten/kota di Sumatera Barat yang melaksanakan PSU, pencoblosan ulang terbanyak di Kota Padang.

Berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kota Padang, PSU di Kota Padang sebanyak 46 TPS yang tersebar di enam kecamatan yaitu Kecamatan Nanggalo, Kuranji, Padang Timur, Koto Tangah, Lubuk Begalung dan Lubuk Kilangan.

“Sedangkan PSU di Kecamatan Nanggalo digelar di tiga kelurahan pada 7 TPS, Lubuk Kilangan digelar di enam kelurahan pada 28 TPS,” ujarnya.

Kemudian, Kuranji digelar di tiga kelurahan pada 3 TPS, Padang Timur di dua kelurahan pada 5 TPS. Kecamatan Koto Tangah di dua kelurahan pada 2 TPS dan Lubuk Begalung terdapat satu TPS pada satu Kelurahan.

“Saya berharap betul setelah selesainya PSU ini, masyaraat dapat mengawal pemilu. Namun jangan ribut atau melontarkan bahasa yang tidak baik ke suatu pihak. Mari ciptakan suasana yang aman dan tertib,” imbaunya.

Lihat juga...