NTB Harus Maksimalkan Potensi Wisata

Editor: Mahadeva

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat diminta memaksimalkan potensi pariwisata yang dimiliki. Terutama untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah tersebut, agar tidak lagi bergantung dari sektor pertambangan.

“Untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi, tidak bisa secara terus menerus bergantung pada tambang, yang sewaktu-waktu bisa habis, sektor wisata harus banyak dimaksimalkan” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Bambang Brodjonegoro di pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) NTB, Kamis (4/4/2019).

Ketergantungan pada tambang, tidak bisa dipertahankan secara terus menerus. Suatu saat akan aktivitas pertambangan akan berakhir, dan harga barnag tambang tidak akan stabil. Hal itu akan mempengaruhi ekonomi masyarakat yang ada di sekitarnya.

Karena itu pilihannya, NTB harus all out pada wisata. Apalagi, NTB termasuk daerah kawasan wisata prioritas, untuk percepatan pembangunan. Ketika berbicara wisata, harus bisa menghasilkan karena memiliki potensi yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dengan mendatangkan banyak devisa melalui kunjungan wisata. “Apalagi NTB juga memiliki sejumlah objek wisata favorit wisatawan, seperti KEK Mandalika, tiga Gili di Lombok Utara, yang meski kemarin sempat ada penurunan akibat gempa, tapi wisatawan tetap datang, ada loyalitas untuk spot wisata tertentu,” jelasnya.

Untuk mendorong sektor wisata, agar bisa berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah harus bisa menghadirkan banyak investasi, yang selain bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, juga  akan menciptakan lapangan kerja serta mengatasi pengangguran. “Tapi paling penting juga, supaya tidak terpaku dengan besaran investasi, paling penting bagaimana besaran lapangan kerja di sediakan dari masuknya investasi, sehingga bisa menyerap banyak tenaga kerja dan mengatasi masalah pengangguran,” tambahnya.

Untuk memastikan jumlah pengangguran menurun, selain lapangan kerja, masalah Sumber Daya Manusia (SDM), juga harus disiapkan. Hal itu untuk menjawab kebutuhan SDM di bidang pariwisata. Lulusan yang dihasilkan sekolah, harus sesuai kebutuhan lapangan kerja.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, optimistis dengan potensi pertumbuhan sektor wisata dan pertanian. Keduanya akan mendukung pertumbuhan ekonomi NTB , tanpa harus tergantung ke pertambangan. Pembangunan industri olahan produk pertanian termasuk perikanan, dinilai juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Bisa menyerap tenaga kerja dan menurunkan angka kemiskinan.

“Meskipun dihadapkan dengan banyak tantangan seperti bencana, dalam skala besar, proses rehab rekon sudah mulai bergerak, masyarakat harus bisa hidup normal kembali dan aktivitas ekonomi harus terus didorong,” pungkasnya.

Lihat juga...